Hingga semua calon Jamaah Haji harus menjalani karantina di Pulau Onrust untuk mencegah penyakit menular dan di pulau tersebut dibangun 35 barak untuk menampung 3500 orang, karantina ini berlangsung selama 5 hari.
Setelah masa karantina berakhir dan dinyatakan sehat maka langsung diizinkan berangkat menuju berangkat menuju Mekkah, namun bila terdeteksi terkena penyakit bakal di karantina terpisah di Pulau Cipir untuk perawatan.
Lokasi Pulau Cipir juga tidak jauh, terletak di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
Meskipun di rawat dan diberikan pelayanan yang baik banyak juga yang meninggal, dan saat ada yang dinyatakan sembuh namun tidak mampu membayar biaya perawatan dan menjadi tenaga kerja paksa sebagai bayarannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Purna Usai 82 Tahun, Sisi Unik Keraton Yogyakarta, Punya 2 Abdi Dalem yang Tingkahnya Undang Gelak Tawa, Siapa?
Mengenal Ohannes Kurkdjian, Sosok Fotografer Penting yang Mengabadikan Zaman Kolonial Belanda di Indonesia
Apa Arti dari Relief Kala di Masjid Gedhe Mataram Kotagede Yogyakarta? Memiliki Makna Simbol…
Memilukan dan Menyedihkan, Berikut Kisah Peristiwa Lengkong yang Membuat Pangeran Diponegoro Alami Duka Mendalam
Mengenal Klanting Sebagai Hidangan Legendaris Khas Jawa Timur, Ternyata Rasa Aslinya Tak Manis?
Terowongan Legendaris Tulungagung: Cikal Bakal Neyama Romusha, Kisah Pilu 20.000 Pekerja Paksa yang Abadi hingga Kini
Candi Ratu Boko Yogyakarta: Kisah Istana Ayahanda Roro Jonggrang, Rahasia dan Keindahan yang Penuh Misteri