Kamis, 4 Juni 2026

Siapa Kyai Cinde Amoh? Menyusuri Jejak Perjalanan Menuju Makam Abdi Kinasih Sultan Agung yang Ternyata Menyimpan Banyak Kisah

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Selasa, 6 Agustus 2024 | 21:58 WIB
Makam Kyai Cinde Amoh di Bantul. (X.com/@dewisajani16)
Makam Kyai Cinde Amoh di Bantul. (X.com/@dewisajani16)

SketsaNusantara.id- Berdasarkan cerita turun temurun di masyarakat, Kyai Cinde Amoh disebut sebagai "Pekathik"atau tukang rumput bagi kuda-kuda milik Sultan Agung.

Silsilah keluarga Kyai Cinde Amoh sampai sekarang belum diketahui secara pasti, namun ia adalah abdi dalem kinasih yang sangat dekat dengan Sultan Agung.

Konon katanya, ia juga sering ikut melaksanakan Salat Jumat di Mekkah bersama dengan Sultan Agung.

Baca Juga: Pesanggrahan Ambarukmo Yogyakarta, Tempat Ikonik Sultan Hamengkubuwono VII Mandheg Pandhito, Disebut Sebagai Tempat Kutukan Sultan?

Dilansir SektsaNusantara.id dari akun Tik Tok @shym.indonesia, letak makam Kyai Cinde Amoh ini bisa dijangkau dari sebelah gapura bagian barat dari makam raja-raja Mataram di Imogiri dan langsung berjalan ke arah utara.

Selama perjalanan, kita akan melewati banyak deretan pohon kepel dimana buahnya bisa mengharumkan tubuh dari bau keringat.

Melihat khasiat pohon kepel tersebut, akhirnya banyak digunakan sebagai deodoran para putri-putri keraton Mataram.

Baca Juga: Naik Tahta Sejak Usia 3 Tahun, Mengenal Sosok Raja Yogyakarta yang Masa Kepemimpinannya Penuh Drama hingga Dianggap Tunduk pada Belanda

Perjalanan dengan berjalan kaki cukup melelahkan karena harus naik tangga ke puncak dan jaraknya yang lumayan jauh.

Kita juga bisa menemukan dinding tembok makam para raja dengan posisi tertinggi yang berada di sisi paling utara atau lebih tepatnya di belakang makam Sultan Agung Hanyakrakusuma.

Pada hari-hari tertentu, tempat tersebut biasanya akan digunakan untuk sebuah ritual dengan tujuannya masing-masing.

Tempat makan Kyi Cinde Amoh yang terbilang cukup terisolir ini menyebabkan masih banyak orang yang belum mengetahui ada makam lainnya selain dari raja-raja Surakarta dan Yogyakarta.

Baca Juga: Ada Makam Raja Cirebon di Jogja: Sejarah Panembahan Girilaya yang Jadi Tahanan Mertuanya di Yogyakarta

Lokasinya yang jauh di belakang dibanding makam-makam utama sudah menunjukkan bahwa Kyai Cinde Amoh bukan bagian keluarga bangsawan, namun abdi dalem atau abdi kinasih atau bisa juga pengikut setia keluarga keraton.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X