Minggu, 19 Juli 2026

Masih Serumpun Melayu, Kenapa Indonesia dan Malaysia Sering Berselisih? Sejarah Deklarasi Perang dari Soekarno

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Selasa, 6 Agustus 2024 | 13:15 WIB
Sejarah renggangnya hubungan Indonesia dan Malaysia. (X/ @thepatriotsasia.)
Sejarah renggangnya hubungan Indonesia dan Malaysia. (X/ @thepatriotsasia.)

Konflik ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Inggris dan Australia, yang membantu Malaysia dengan mengirim pasukan khusus seperti Special Air Service (SAS).

Pertempuran menjadi semakin sengit dengan serangkaian serangan, termasuk pengepungan selama 68 hari di Semporna, Sabah pada tahun 1965.

Baca Juga: Eksplorasi Goa Surowono Kediri, Terowongan Rahasia Kerajaan Kediri, Sekarang Jadi Objek Wisata?

Namun, situasi politik domestik Indonesia semakin rumit, terutama setelah peristiwa G30S/PKI dan naiknya Jenderal Soeharto.

Hal ini menyebabkan niat Indonesia untuk melanjutkan perang mulai memudar.

Ketegangan mencapai puncaknya pada 7 Januari 1965 ketika Malaysia diterima sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Baca Juga: Mengapa Jamu Identik dengan Perempuan? Menelisik Sejarah Minuman Herbal Tersohor Khas Jawa dengan Khasiatnya yang Luar Biasa

Sebagai reaksi, Soekarno menarik Indonesia dari PBB dan memperkuat posisinya melalui Konferensi Kekuatan Baru (Confo).

Konflik ini juga mencerminkan persaingan global selama Perang Dingin, dengan Amerika Serikat terlibat di Malaysia, sementara Uni Soviet dan Tiongkok mendukung Indonesia.

Kondisi ekonomi Indonesia yang buruk pada saat itu, dengan hiperinflasi mencapai 600 persen, semakin memperumit keputusan Soekarno untuk terlibat dalam konflik internasional.

Baca Juga: Bermodal Keris dan Tombak, Legiun Mangkunegaran Dijuluki Pasukan Paling Modern Se-Asia, Aib dan Pengkhianat Tanah Jawa?

Akhirnya, pada 28 Mei 1966, konferensi di Bangkok menghasilkan penyelesaian konflik antara Malaysia dan Indonesia.

Perjanjian perdamaian resmi ditandatangani pada 11 Agustus 1966.

Hal inilah yang menandai akhir dari periode ketegangan dan membuka jalan bagi hubungan yang lebih harmonis di masa depan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.idKLIK DI SINI

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X