Kamis, 2 Juli 2026

4 Pusaka Majapahit yang Menjadi Simbol Kejayaan Kerajaan Ini, Ternyata Tidak Ada di Indonesia?

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Minggu, 4 Agustus 2024 | 11:00 WIB
Ilustrasi - Pusaka Kerajaan Majapahit tidak ada di Indonesia. ( X/ @HadiPoerbo.)
Ilustrasi - Pusaka Kerajaan Majapahit tidak ada di Indonesia. ( X/ @HadiPoerbo.)

Pataka ini juga berasal dari era Singasari dan diwariskan kepada Majapahit.

Dibuat dari tembaga dan berbentuk tombak dengan dua mata tombak kembar di atas kepala dan ekor naga, pataka ini biasa dipasang di atas kapal ekspedisi sebagai tanda kehadiran wakil raja atau negara.

Bendera yang dipasang, “Getih-Getah Samudra,” dengan lima garis merah dan empat garis putih, melambangkan kebesaran armada laut Majapahit.

Baca Juga: Ternyata Inilah Filosofi dari Kujang, Senjata Pusaka Warisan Kerajaan Pajajaran! Bentuknya Seperti Pulau Jawa

3. Pataka Sang Padmanaba Wiranagari

Dibuat pada era Singasari, pataka ini berhasil direbut kembali oleh senopati Singasari dari Kerajaan Jayakatwang Kediri.

Raja Jayakatwang, yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Raden Wijaya, meruntuhkan Singasari ketika para senopati berada di luar negeri.

Dengan tekad mengembalikan kehormatan Singasari, para senopati berhasil merebut kembali pataka ini meski sempat dilarang oleh Raden Wijaya yang masih trauma akibat perang saudara.

Baca Juga: Legenda Tombak Kyai Pleret, Raja Mataram Islam Pertama: Pusaka Keraton Yogyakarta, Begini Kondisinya Sekarang!

4. Pataka Sang Hyang Naga Amawabhumi

Pataka ini memiliki arti "orang yang menguasai negara".

Dalam Mukadimah Kutara Manawa (Undang-Undang zaman Majapahit), Sang Amawabhumi ditegaskan harus teguh hati dalam menetapkan hukum dan denda.

Begitu juga dengan kepemimpinannya yang harus bertindak adil agar negaranya tetap damai dan sejahtera.

Baca Juga: Mengenal Tombak Pandu Wasistho, Pusaka Andalan Pugerkulon Jember: Punya Arti Nama Mendalam

Kini, pusaka-pusaka tersebut menjadi saksi bisu dari kejayaan Kerajaan Majapahit yang tersimpan dengan rapi di museum.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X