Sebenarnya kisah atau mitos yang diceritakan tentang Prabu Jayabaya, dimana banyak dibumbui hal-hal mistik dan keajaiban adalah sebagai bentuk legitimasi kepada mereka sebagai seorang raja.
Hal tersebut berfungsi agar sesuatu yang buruk dari pemerintahan seorang raja tidak diketahui oleh orang yang akan membaca naskahnya.
Baca Juga: Bukan Bandung Bondowoso! Ternyata Ini Pencipta Asli Candi Hindu Terbesar di Indonesia, Prambanan
Apalagi di zaman itu, bawahan raja dan masyarakat awam sudah terbiasa mengikuti perintah atau perkataan dari rajanya karena dianggap sebagai perwakilan dewa di bumi atau Kultus Dewa Raja, sama seperti Prabu Jayabaya yang dipandang sebagai keturunan Dewa Wisnu.
Saat masa pemerintahannya, Prabu Jayabaya berperan penting dalam menyatukan wilayah Kediri setelah sempat terpisah pasca kematian Raja Airlangga.
Bahkan, ia juga memperluas wilayah kekuasaannya hingga mencapai seluruh Pulau Jawa, sebagian Sumatera, Pantai Kalimantan, serta Kerajaan Ternate.
Baca Juga: Mengenal Kupat Ketheg, Makanan Favorit Sunan Giri dan Sering Disajikan saat Tradisi Malam Slawe
Nama Kerajaan Kediri juga terkenal hingga ke negeri China, dimana hal itu dibuktikan oleh seorang saudagar bernama Kaukufi yang menuliskan kegiatan orang-orang di Kediri.
Pemerintahan di wilayah Kediri dikatakan sudah sangat teratur dan hukum yang ditegakkan juga tegas dan adil.
Salah satu peninggalan dari Kerajaan Kediri di masa Raja Jayabaya adalah Prasasti Hantang atau Ngantang yang tertulis tahun 1135 Masehi.
Baca Juga: Arti Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan, Falsafah Jawa Ajaran Sunan Kalijaga
Prasasti tersebut diketahui merupakan sebuah piagam penghargaan yang diberikan Prabu Jayabaya kepada masyarakat di Desa Ngantang, karena sudah setia dan membantu raja untuk mengalahkan Jenggala, sehingga bisa mempersatukan wilayah Kediri lagi setelah sempat terpecah.
Prabu Jayabaya turun takhta di usianya yang sudah renta dan mitos yang beredar di masyarakat adalah ia moksa di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.
Tempat petilasan Prabu Jayabaya dikeramatkan oleh masyarat setempat dan sampai saat ini masih banyak dikunjungi oleh orang-orang untuk wisata sejarah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Punya Keturunan dari Bangsa Jin, Kesaktian Prabu Siliwangi Kerajaan Pajajaran Tidak Main-Main
Makam Syekh Mutamakkin di Mana? Dikenal Sebagai Ki Cebolek yang Punya Garis Keturunan Sultan Demak dan Prabu Brawijaya V
Profil KH Abdul Wahab Chasbullah Pendiri NU dan Keturunan Prabu Brawijaya VI, Dimakamkan di...
Wejangan Penting dari Prabu Jayabaya, Ramalan Zaman Kalisengsoro, Bakal Jadi Bencana untuk Manusia Era 2024?
Masa Keemasan! Jelajah Ramalan Prabu Jayabaya soal Zaman Kartoyugo, Terkenal Punya 4 Pelindung Sakti