Kamis, 4 Juni 2026

Inilah Sendang Kasihan, Sebuah Mata Air Peninggalan Sunan Kalijaga pada Abad ke-15 Masehi Lokasinya di...

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 27 Juli 2024 | 10:00 WIB
Potret Sendang Kasihan, sumber mata air peninggalan Sunan Kalijaga. (jogjacagar.jogjaprov.go.id.)
Potret Sendang Kasihan, sumber mata air peninggalan Sunan Kalijaga. (jogjacagar.jogjaprov.go.id.)

 

SketsaNusantara.idSendang kasihan adalah sebuah peninggalan dan petilasan dari Sunan Kalijaga pada abad 15 masehi.

Sendang kasihan memiliki nama lain yakni Sendang Pengasihan.

Adanya peninggalan ini berawal saat Sunan Kalijaga berdakwah Islam di Jawa yang pernah bertemu seorang wanita tua Mbok Rondo Kasihan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata di Klaten Tahun 2024, Jadi Tempat Nyaman untuk Liburan Panjang atau Akhir Pekan

Ketika itu, Mbok Rondo Kasihan membawa kendi demi mencari air di sungai, karena di wilayah tersebut sedang mengalami kesulitan dan kekurangan air.

Merasa iba dan kasihan melihat Mbok Rondo, Sunan Kalijaga menancapkan tongkat ke tanah dan seketika muncul sumber mata air yang menjelma sebagai sendang.

Kini, masyarakat menyebut sendang tersebut dengan nama Sendang Kasihan atau Sendang Pengasihan.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Novel Tema Perjuangan untuk Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-79, 2 di Antaranya Karya Pengarang Legendaris

Sendang ini pada awalnya merupakan sebuah kolam kecil yang berada di bawah sebuah pohon besar.

Namun, karena banyaknya orang yang datang untuk mengunjungi Sendang Kasihan ini, akhirnya di tahun 1923 sendang ini dibangun Mbah Iro Diwiryo dan direnovasi oleh Pemkab Bantul, Yogyakarta.

Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari YouTube Andy Jogja, pada zaman dahulu, sendang ini konon pernah digunakan untuk mandi dan berendam oleh Putri Panembahan Senopati yang bernama Roro Retno Pembayun.

Baca Juga: Tetap Tangguh Walau Fisik Sudah Renta, Beginilah Kehebatan Nyi Ageng Serang dalam Perang Jawa Bersama dengan Pangeran Diponegoro

Ketika itu, Roro Retno Pembayun melakukan sebuah tugas dari Panembahan Senopati untuk memikat hati Ki Ageng Mangir yaitu seorang tokoh sakti di Dusun Mangir yang dianggap tidak mau tunduk kepada Kerajaan Mataram Islam.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X