Bukan sekadar melawan sebagai upaya perlindungan, Laksamana Malahayati bahkan berhasil membunuh Cornelis de Houtman, pimpinan pasukan Belanda tersebut tewas setelah kena tikam rencong Laksamana Malahayati.
Pada akhirnya, aksi perjuangan Laksamana Malahayati melawan para penjajah bersama Inong Balee harus terhenti di tahun 1606.
Akhir perlawanannya diketahui pada pertempuran Inong Balee melawan Portugis di perairan Selat Malaka, seperti halnya sang suami ia gugur dalam perlawanan tersebut.
Jasad Laksamana Malahayati dimakamkan di Desa Lamreh sekitar 35 kilometer dari ibu kota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam atau pusat Kota Banda Aceh.
Tempat pemakaman laksamana Malahayati berada di sebuah puncak bukit kecil yakni dekat bentengnya yang berada di sebelah utara Desa Lamreh.
Presiden Joko Widodo diketahui telah menetapkan nama Laksamana Malahayati sebagai Pahlawan Nasional pada 9 November 2017 berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor 115/TK/Tahun 2017.
Nama Laksamana Malahayati nampak juga disematkan pada salah satu kapal perang TNI Angkatan Laut.
Tak cukup sampai di situ, Malahayati juga dijadikan sebagai nama pelabuhan di Desa Lamreh Krueng Raya, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.***
Artikel Terkait
Mengulik Kisah Usmar Ismail, Sosok Pahlawan Nasional dari Perfilman Indonesia yang Punya Kontribusi Besar pada Nahdlatul Ulama
Jejak Kyai Zainul Arifin Pahlawan Nasional dari Barisan Hisbullah, Kisahnya Jadi Tameng Hidup Soekarno Legendaris Hingga Kini
Mengenal Lebih Dekat Supriyadi PETA, Pahlawan Nasional yang Dikenal dengan Pemberontakannya Melawan Penjajah
Siapa Mbah Sholeh Darat? Ini 5 Fakta Ulama Kelahiran Jepara Guru 3 Pahlawan Nasional, Termasuk RA Kartini
Kisah Maria Walanda Maramis, Pejuang Perempuan Asal Minahasa yang Gagah Berani, Pahlawan Nasional yang Sempat Terlupakan?