Masjid yang kini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh BPCB Jawa Tengah tersebut memiliki 4 pilar penyanggah yang masih asli semejak didirikan 5 abad lalu. Di dalam masjid pun terdapat mimbar tempat imam khotbah yang memiliki ornamen kuno.
Selain masjid, terdapat pula keunikan pada pondok kamar-kamar santri, pendopo sebagai ruang belajar, dan area makam para ulama.
Semua bangunan dalam ponpes ini seolah-olah menceritakan kisah sejarah yang panjang dan penuh makna.
Suasana spiritual yang kental terasa di setiap sudut Pesantren Al Kahfi. Adzan berkumandang 5 kali dalam sehari diikuti dengan sholat berjamaah, begitu pula suara para santri yang terdengar merdu saat melantunkan ayat suci Al-Quran dengan khusyuk.
Masjid di Pondok Pesantren Al Kahfi ini juga mengadakan kegiatan pengajian yang jadi kegiatan rutin dan bisa diikuti masyarakat sekitar terutama ketika hari-hari besar keagamaan seperti haul, peringatan tahun baru islam hingga hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Pesantren Al Kahfi tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga ilmu-ilmu umum. Beberapa juga diadakan seminar dan loka karya sebagai sarana pelatihan kepada santri-santri sebagai bekal dalam menghadapi kehidupan di masyarakat.
Kurikulum yang diterapkan di pesantren ini menggabungkan antara pendidikan agama dan pendidikan umum dan para santri juga diajarkan berbagai macam keterampilan, seperti bahasa Arab, bahasa Inggris, komputer, dan keterampilan wirausaha yang memiliki peran penting bagi anak didiknya.
Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu masih tetap eksis dan menjadi salah satu rujukan bagi para pencari ilmu agama yang menarik santri tak hanya di Jawa Tengah tetapi juga dari daerah lainnya.***
Artikel Terkait
Keterlaluan! Dijanjikan Rumah Berlapis Emas di Surga, Pengurus Pondok Pesantren di Lumajang Ini Nikahi Anak Dibawah Umur Tanpa Seizin Orang Tuanya
Menyongsong Pilkada Serentak 2024, KPU Sampang Terjun Langsung Monitoring Coklit di Pondok Pesantren Miftahul Ulum At- Taufiq Robatal
Uniknya Serba Serbi Tahapan Coklit KPU Situbondo di Pesantren Rehabilitasi Lansia yang Ada di Bukit Legend Banyuglugur
Siapa Guru KH Hasyim Asy’ari? Pernah Juga Berguru saat Pesantren di Kota Makkah, Arab Saudi
Mengenal KH Bisri Syansuri, Tokoh Ulama Nusantara Pendiri NU dan Penggagas Pesantren Perempuan Pertama di Indonesia