Termasuk Paulus Tiahahu yang ditangkap oleh Belanda. Kemudian ia dihukum mati. Melihat sang ayah yang sudah dieksekusi, tentu Martha tidak terima.
Ia pun akan dikirim untuk menuju Pulau Jawa. Sebenarnya, gadis pejuang ini juga akan dihukum mati.
Karena saat itu Belanda melihat dirinya masih berada di bawah umur. Sehingga memilih untuk mengirim gadis ini ke Pulau Jawa agar diikut sertakan dalam kerja paksa.
Rencananya, Martha Christina Tiahahu akan dikirim ke perkebunan kopi. Ia bersama rombongaan lainnya pun menggunakan Kapal Eversten.
Di dalam kapal itu, ia tetap melakukan aksi pemberontakan demi membela tanah air. Yakni dengan melakukan aksi mogok makan.
Bahkan ia tidak ingin menerima pengobatan, sedangkan kondisi kesehatannya semakin terpuruk.
Akhirnya kematian pun menjemput Martha Christina Tiahahu. Pada 2 Januari 1818, dua hari menjelang dirinya berusia 18 tahun.
Dinyatakan wafat dan jasadnya dikebumikan di Laut Banda. Perjuangan Martha akhirnya dikenang dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 1969.***
Artikel Terkait
Masjid Kuno Beratap Pelepah Daun Sagu di Maluku Ini Telah Berumur 7 Abad, Konon Bisa Berpindah Secara Gaib...
Jadi Tugu Peringatan Kematian Raja Hayam Wuruk, Candi di Nganjuk Ini Telah Berubah Nama Sesuai Nama Desanya
Kisah Persahabatan M Sroedji dan dr. Soebandi dalam Patung di Jalan Hayam Wuruk, 2 Pahlawan Jember yang Dibantai Belanda
Gelar Pengajian Kematian Dali Wassink di Panti Asuhan, Keputusan Jennifer Coppen Jadi Sorotan, Ternyata Karena...
Siapa Panglima Muda Sentot Prawirodirjo? Jadi 'Mimpi Buruk' Bagi Musuh, Belanda Sampai Menuliskan Kehebatannya?
Siapa Sosok Kapitan Jonker? Mengenal Kesatria Maluku yang Gagah Namun Berakhir Tragis karena Pengkhianatan VOC