Sabtu, 20 Juni 2026

Bagaimana Awal Munculnya Wedang Uwuh? Minuman Kesukaan Para Raja Jogja yang Memiliki Cita Rasa Herbal Unik

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Jumat, 26 Juli 2024 | 08:00 WIB
 Asal-Usul Wedang Uwuh.  (Instagram @noorvita0179)
Asal-Usul Wedang Uwuh. (Instagram @noorvita0179)

SketsaNusantara.id - Wedang uwuh adalah minuman tradisional khas Indonesia yang menggunakan banyak rempah-rempah dan sudah turun-temurun sejak zaman kerajaan Mataram Islam.

Wedang uwuh dikenal sebagai minuman khas Kota Yogyakarta yang memiliki aroma menyegarkan dengan cita rasa herbal unik yang kaya akan khasiat bagi tubuh.

Wedang uwuh menjadi minuman yang disajikan oleh raja untuk menjamu para tamu dan sudah dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda sejak tahun 2017.

Baca Juga: Jadi Makanan Pokok Para Pejuang, Ini 5 Kuliner Khas Indonesia yang Disajikan saat Perayaan HUT Kemerdekaan RI

Wedang dalam bahasa Jawa artinya minuman dan uwuh artinya "sampah". Maksud dari sampah disini adalah minuman yang dicampur dengan berbagai bahan diantaranya ada jahe, kayu secang, daun dan kayu manis, daun pala dan biji pala, kapulaga, serta gula batu.

Dilansir SketsaNusantara.id dari website jalurrempah.kemdikbud.go.id, asal mula munculnya wedang uwuh diketahui dari kisah Sultan Agung yang sedang bertahta menjadi Raja Mataram Islam.

Suatu hari, Sultan Agung bersama para pengawalnya sedang mencari tempat untuk dijadikan pemakaman untuk keluarga bangsawan atau raja.

Baca Juga: Melegenda Sejak Tahun 1915, Favorit Warga Belanda? Sego Becek, Kuliner Khas Nganjuk Makin Maknyus Disantap Saat Hangat

Beberapa tempat sudah dikunjunginya dan ia memilih untuk bersemedi atau menyepi terlebih dahulu untuk memantapkan hatinya dalam mengambil keputusannya di Bukit Merak, Imogiri, Bantul karena dinilai lebih cocok.

Pada malam itu, Raja Mataram tersebut meminta kepada salah satu pengawalnya untuk membuat minuman yang bisa menghangatkan badan karena cuaca yang dingin di bukit itu.

Seiring berjalannya waktu, Sultan Agung tidak menyadari bahwa ada beberapa daun dan ranting yang jatuh ke dalam minuman itu karena tertiup angin malam.

Baca Juga: Sejak Tahun 1980! Kuliner Legendaris Rujak Cingur Mak Tun Malang, Uniknya Dipungkasi dengan Kuah Kolak Santan yang Lekoh...

Keesokan harinya, Sultan Agung memanggil pengawal lagi dan memintanya untuk membuatkan minuman yang sama persis seperti yang ia minum semalam.

Sultan Agung mengatakan bahwa minuman itu sangat enak dan bisa menghangatkan tubuhnya dari udara malam yang dingin di Imogiri.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: jalurrempah.kemdikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X