Kamis, 4 Juni 2026

Kisah Kekejaman Amangkurat I: Bantai Ribuan Ulama Demi Tahta, Peristiwa Tragis yang Jadi Titik Balik dalam Sejarah Kemunduran Mataram Islam

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 25 Juli 2024 | 09:06 WIB
Ilustrasi - Amangkurat I lakukan pembantaian massal yang mengakibatkan Kesultanan Mataram Islam mengalami kemunduran. (X/hipohan.)
Ilustrasi - Amangkurat I lakukan pembantaian massal yang mengakibatkan Kesultanan Mataram Islam mengalami kemunduran. (X/hipohan.)

Amangkurat I yang cenderung berpihak pada Belanda, tidak mementingkan hubungan masyarakat, yang dianggap sebagai pengkhianatan dan para ulama menilai tindakannya sudah menyimpang dari ajaran Islam, karena bekerja sama dengan orang kafir.

Baca Juga: 5 Kontroversi Amangkurat I, Raja Kesultanan Mataram Islam yang Terkenal Kejam dan Bengis, Tinggalkan Jejak Kelam bagi Sejarah Indonesia

Amangkurat dengan liciknya memerintah 4 orang kepercayaan yakni Pangeran Aria, Tumenggung Suranata, Tumenggung Nataairnawa, dan Ngabehi Wirapatra untuk melibas pemuka agama di seluruh Mataram.

Atas perintah Amangkurat I, ribuan ulama dan keluarga mereka dikumpulkan di Alun-Alun Plered.

Tanpa ampun, sekitar 6.000 ulama beserta keluarganya dibantai secara keji.

Baca Juga: Nama Asli Kyai Sholeh Darat, Ulama Semarang dan Guru KH Hasyim Asy'ari yang Berdakwah dengan Huruf Arab Pegon

Menurut HJ de Graf, pembantaian massal ini dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.

Hanya dalam waktu 30 menit orang-orang suruhan Amangkurat I membuat alun-alun berdarah dan ribuan nyawa pun melayang.

Termasuk Pangeran Alit yang menjadi korban dalam pembantaian sadis tersebut.

Setelah pembantaian massal selesai dilakukan, Amangkurat I kemudian muncul, berlagak terkejut dengan peristiwa yang dilihatnya di Alun-Alun Plered.

Padahal semua itu adalah rencananya sendiri.

Baca Juga: Makam Wali Songo di Kadilangu Demak Ini Jujukan Peziarah, Gentong Bertuah Jadi Daya Tarik, Konon Airnya Bisa Sembuhkan Penyakit

Amangkurat I lantas meluapkan amarahnya dan menuding para ulama bersalah atas kematian Pangeran Alit, adiknya.

Delapan orang yang dituduh sebagai pelaku pun dipaksa mengaku hingga mendapat hukuman mati.

Pembantaian ulama ini menimbulkan dampak yang sangat besar bagi Kesultanan Mataram Islam.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X