1. Arsitektur Bangunan ala Belanda
Masjid Agung Tuban diketahui telah mendapatkan beberapa kali renovasi dan pada renovasi pertamanya di tahun 1894, masjid ini dibangun menggunakan jasa arsitek berkebangsaan Belanda bernama BOHM Toxopeus.
Maka tidak heran jika, Masjid Agung Tuban nambah sebagai bangunan-bangunan ala Belanda.
2. Memiliki Pesona Masjid dalam Dongeng
Masjid Agung Tuban sering disebut masjid dengan pesona 1001 malam dikarenakan warnanya yang unik dan memanjakan mata.
Arsitektur Masjid Agung Tuban terdapat akulturasi budaya luar dan lokal, yakni berupa ornamen khas Jawa Klasik.
Baca Juga: Berbeda! Masjid Bukti Cinta Ratu ke Suaminya Ada di Jepara, Konon Dibangun Masa Kesultanan Demak
3. Berdekatan dengan Museum Kembang Putih
Museum Kembang Putih merupakan sebuah bangunan yang berisikan berbagai benda-benda bersejarah seperti kitab Al-Quran kuno yang terbuat dari kulit, keramik Cina, pusaka, sarkofagus, dan masih banyak lagi.
Lokasi Masjid Agung Tuban tidak jauh dari Museum Kembang Putih yakni hanya berjarak 10 meter, dengan begitu wisatawan dapat menelusuri sejarah yang ada di Tuban dengan mudah.***
Artikel Terkait
Inilah Kisah Sunan Kalijaga, Putra Adipati Tuban yang Menjelma Menjadi Robin Hood van Java dan Penyebar Islam Berpengaruh di Pulau Jawa
4 Lokasi Petilasan Sunan Bonang, Kunjungi Masjid Agung Tuban Sebagai Destinasi Populer, Nuansa Megah Bikin Salfok!
5 Makam Syekh Siti Jenar dari Cirebon hingga Tuban, Mana yang Benar?
Keistimewaan Gua Akbar, Destinasi Wisata Unggulan Tuban yang Punya Peranan Penting dalam Syiar Islam Wali Songo di Pulau Jawa
Makam Syekh Ronggo Kusumo di Mana? Di Balik Kisah Penugasan Adipati Tuban hingga Jadi Nama Desa Ngemplak Kidul di Pati