Muncul kabar posisi makam Ken Arok di Keluhan Candirenggo hingga detik ini belum terkonfirmasi kebenarannya.
Cerita lain, terdapat penjelasan dari dua kitab yakni Negarakertagama dan Pararaton yang menjelaskan tentang fungsi candi.
Dua kitab rujukan di atas menjelaskan seperti apa rupa raja-raja Kerajaan Singasari hingga menjelaskan ke mana mereka setelah meninggal.
Kitab Nagarakretagama menguraikan tentang cincin saka syabdhi rudra krama jasahaniran mantuking swargga loka, kyating tikus sang dhinarmma dwaya ri kagengan seea bhoddhengusana.
Uraian tersebut bermakna pada tahun Saka Asyabdhirudra-1149, raja yang wafat akan berada di akhirat (Shiwa Loka), terkenal ke seluruh dunia, raja diabadikan di Pura Kagenengan dalam wujud Siwa Buddha.
Terkait Ken Arok. Kitab Pararaton menggambarkan Linira Sang Amurwabhumi i Saka 1169 Sira Dhinarmeng Kagenengan.
Maknanya “ketika Amurwabhumi wafat pada tahun Saka 1169, ia kembali ke Siwapada, di Kagenengan terukir sebagai Siwa, di Usana sebagai Buddha.
Dengan adanya gambaran tersebut, Ken Arok diberi penghormatan berupa Candi Kagenengan, Menurut para ahli, Candi Kegenengan berada di Dusun Candirejo, Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.
Diketahui, Candi Kagenengan yang diduga sebagai tempat pemakaman Ken Arok telah musnah.***
Artikel Terkait
Siapa Ratu Shima? Punya Kharismatik Jadi Pemimpin Perempuan Terkuat di Kerajaan Kalingga, Begini Asal-usulnya...
Fakta Kontroversial Arya Penangsang, Sosok Penguasa Kerajaan Demak yang Naik Tahta dengan Cara Paling Keji dan Berdarah
Di Mana Makam Trunojoyo? Seorang Bangsawan dari Madura yang Melakukan Pemberontakan Kepada Kerajaan Mataram
Siapa Arya Penangsang? Pemimpin Kerajaan Demak yang Kontroversial, Dipercaya Punya 2 Makam di Sumatera dan Jawa
Mengulik Asal Usul Kipo, Jajanan Legendaris Khas Kotagede Yogyakarta, Kuliner Favorit Bangsawan Kerajaan Mataram Kuno