SketsaNusantara.id - Minak Jinggo merupakan salah satu nama candi yang berada di Kecamatan Trowulan, Mojokerto.
Keberadaan candi Minak Jinggo berhubungan dengan Kerajaan Majapahit yang diyakini beribukota di Trowulan.
Selain itu, Minak Jinggo dengan ejaan lama (Minak Djinggo) juga dikenal sebagai salah satu merek rokok yang diproduksi PT. Nojorono Tobacco International.
Baca Juga: Di Mana Lokasi Candi Mendut? Konon Jadi Duta Candi Tertua dengan Usia Melebihi Borobudur
Penggunaan nama Minak Jinggo sebagai nama candi dan merek rokok menghadirkan sebuah pertanyaan, siapakah sosok ini sesungguhnya.
Apalagi nama Minak Jinggo sering dikaitkan dengan Perang Paregreg yang melibatkan Kerajaan Majapahit dan Blambangan.
Perang Paregreg sendiri adalah perang antar saudara yang menjadi awal kehancuran Majapahit.
Dari cerita yang beredar di masyarakat, Minak Jinggo terlibat cinta segitiga dengan pemimpin Majapahit, Ratu Kencana Wungu dan Damar Wulan.
Ratu Kencana Wungu yang tak sudi disunting Minak Jinggo meminta Damar Wulan untuk membawa kepala Adipati Blambangan tersebut.
Damar Wulan yang berhasil memenggal kepala Minak Jinggo kemudian menikah dengan Ratu Kencana Wungu.
Candi Minak Jinggo sendiri diyakini sebagai tempat ditanamnya kepala Adipati Blambangan yang digambarkan sakti mandraguna namun buruk rupa itu.
Artikel Terkait
Candi di Tengah Pemukiman Padat Penduduk di Sleman, Arca Ganeshanya Ditemukan Pertama Kali oleh Penduduk
Dekat Borobudur tapi Tak Terkenal, Inilah Fakta Unik Candi Retno Magelang, Bukti Peninggalan Mataram Kuno yang Terlupakan
Candi Megah di Puncak Bukit Tulungagung, Konon Dulu Jadi Tempat Pelarian hingga Pembakaran Jenazah Sejak Zaman Majapahit
Mengulik Kisah Pertapaan Bancolono yang Penuh Mistik, Konon Ada Spot yang Jadi Tempat Sakral Keluarga Kerajaan Majapahit
Kesaktian Kyai Pradah, Gong Pusaka Mertua Sunan Kudus saat Taklukkan Majapahit, Kenapa Disimpan di Blitar?
Mengenal Suku Nyama Selam di Bali yang Berdarah Majapahit, Mataram hingga Bugis, Punya Sistem Penamaan Unik!
Makna Ukiran Daun Kluwih pada Mimbar Masjid Kotagede, Hadiah untuk Sultan Agung yang Terbuat dari Kayu Bertuah?