Minggu, 21 Juni 2026

Kenapa Masjid Gede Mataram Kotagede Dikelilingi Air? Tempat Ibadah yang Dibangun Panembahan Senopati Ini Punya Filosofi Keren

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Jumat, 19 Juli 2024 | 15:30 WIB
Potret Masjid Gede Mataram, Kotagede. (Kolase foto budaya.jogjaprov.go.id dan tangkap layar YouTube Salim A. Fillah edited by Anisa Maharani)
Potret Masjid Gede Mataram, Kotagede. (Kolase foto budaya.jogjaprov.go.id dan tangkap layar YouTube Salim A. Fillah edited by Anisa Maharani)

Identik dengan ukiran khas Jawa dan klasik, Masjid Gede Mataram juga menggunakan konsep unik.

Baca Juga: Makna Gunungan atau Kayon dalam Wayang Kulit, Bentuknya seperti Masjid dan jika Dibalik Berwujud...

Orneman bangunan masjid ini penuh dengan filosofi keren menurut pandangan budaya Jawa dan Islam yang bercorak Hindu.

Salah satu filosofi keren dari Masjid Gede Mataram yaitu dari konsep air yang diusung di sekeliling masjid.

"Masjidnya dikelilingi oleh cagak saluran air," ujar Ustadz Salim A. Fillah, seperti dikutip dari YouTube Salim A. Fillah yang diposting pada 9 November 2020.

Baca Juga: Mengulik Kisah Berdirinya Masjid Rahmat Warisan Sunan Ampel, Surau Tertua Cikal Bakal Penyebaran Islam di Surabaya

Sebelum memasuki ruang utama tempat ibadah di Kotagede yang dibangun Panembahan Senopati, terdapat seperti kolam air yang mengelilingi pintu masuk masjid.

"Karena konsepnya dulu dianggap Arshy-Nya Allah itu di atas air," ujar Ustadz Salim A. Fillah.

Ternyata filosofi air yang diangkat dalam konsep Masjid Gede Mataram erat kaitannya dengan bagaimana umat muslim bersuci.

"Jadi air ini sebagai tempat bersuci dulu sebelum masuk masjid," kata Ustadz Salim A. Fillah.

Baca Juga: Peninggalan Sunan Ampel Ini Punya Nilai Historis Tinggi, Intip Keindahan Masjid Jami' Peneleh Surabaya yang Sarat Makna Islami

Hal ini juga erat kaitannya dengan bagaimana tata cara dan kewajiban bersuci sebelum sholat atau yang disebut dengan wudhu.

Dulu bangunan Masjid Gede Mataram adalah bangunan yang sederhana, namun seiring dengan perkembangan mulai dilakukan perbaikan.

Sebagai pelengkap tempat ibadah, pada tahun 1611 di era pemerintahan Sultan Agung, dibangun serambi dan halaman masjid.

Sampai saat ini terlihat kemegahan Masjid Gede Mataram di Kotadege sebagai warisan budaya dan penyebaran agama Islam yang wajib dijaga.***

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Sumber: budaya.jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X