Minggu, 19 Juli 2026

Siapa Arya Penangsang? Pemimpin Kerajaan Demak yang Kontroversial, Dipercaya Punya 2 Makam di Sumatera dan Jawa

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Rabu, 17 Juli 2024 | 21:00 WIB
Ilustrasi Arya Penangsang sebagai inspirasi busana adat Jawa yang kini dipakai pengantin laki-laki (Instagram/@andriano_bob)
Ilustrasi Arya Penangsang sebagai inspirasi busana adat Jawa yang kini dipakai pengantin laki-laki (Instagram/@andriano_bob)

Baca Juga: Di Mana Makam Trunojoyo? Seorang Bangsawan dari Madura yang Melakukan Pemberontakan Kepada Kerajaan Mataram

Dalam cerita Arya Penangsang, dikisahkan bahwa tombak Kyai Pleret yang dipakai oleh Sutawijayaa mengenai lambung Arya Penangsang yang menyebabkan ususnya terburai.

Melihat kondisinya tersebut, Arya Penangsang mengambil buraian ususnya dan menyangkutkan pada sarung atau hulu keris yang terselip di pinggangnya.

Setelahnya, ia kembali melanjutkan pertempuran. Saat sang lawan, Sutawijaya tersedak hebat, Arya Penangsang memanfaatkan momen tersebut untuk menuntaskan perang tanding.

Ia mencabut keris setan kober yang dibawanya dari dalam rangka yang menghunus.

Namun tanpa disadarinya, mata keris Setan Gober langsung memotong ususnya yang disangkutkan dibagian rangkanya. Nyawa Arya Penangsang tak bisa diselamatkan lagi, ia tewas seketika.

Baca Juga: Pasujudan Sunan Bonang di Lasem, Letaknya di Atas Bukit yang Asri, Masih Satu Area dengan Makam Sang Murid dan

Kematian Arya Penangsang Berkaitan Erat dengan Desain Busana Pengantin Pria

Konon kisah kematian Arya Penangsang ini melahirkan tradisi baru dalam seni pakaian Jawa, khususnya busana pengantin pria.

Pangkal keris yang ada pada busanga pengantin pria kerap kali dihiasi dengan bunga mawar dan bunga melati yang menjuntai.

Hiasan keris tersebut merupakan suatu lambang sebagai bentuk pengingat agar pengantin pria tidak berwatak pemarah dan ingin menang sendiri atau egois seperi watak Arya Penangsang yang akhirnya merugikan dirinya sendiri.

Hingga kini kebiasaan tersebut masih sering digunakan dalam acara pernikahan adat Jawa.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: repository.radenfatah.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X