SketsaNusantara.id - Serabi adalah salah satu makanan tradisional Indonesia dan lebih populer di Pulau Jawa.
Serabi berasal dari bahasa Sunda yaitu "Sura" yang berarti besar.
Sebagai salah satu jajanan pasar yang ringan, kue serabi diketahui sudah disukai oleh banyak orang sejak tahun 1923 silam.
Asal-usul serabi hingga saat ini masih jadi perdebatan. Ada yang menyebutnya berasal dari India, dan lainnya mengatakan kalau serabi mendapat pengaruh dari Panecook yang berasal dari Belanda.
Bentuk serabi sekilas mirip dengan pancake, namun ukurannya lebih kecil dan tebal.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal Youtube @N.E.Production, bahan utama untuk membuat serabi adalah tepung beras atau tepung terigu yang dibakar dengan memakai alat tradisional berupa tungku atau cetakan dari tanah liat.
Selain itu, kue serabi juga biasanya disajikan bersama kuah atau saus yang terbuat dari gula Jawa.
Kuah yang terbuat dari campuran gula Jawa dan santan kelapa tersebut dikenal dengan sebutan nama "Kinca".
Kue serabi yang paling terkenal di Indonesia ada dua jenis dari dua daerah yang berbeda yaitu serabi Solo dan serabi Bandung.
Penyajian kedua kue tradisional tersebut juga berbeda antara satu sama lain dari segi bahan yang digunakan hingga penyajiannya.
Serabi Bandung biasanya menggunakan bahan utama berupa tepung terigu, sedangkan serabi Solo memakai tepung beras.
Artikel Terkait
Kisah Inspiratif Giovanni Edgar Triandana, Pemuda Putra Tukang Kue yang Lolos Jadi Polisi Tanpa Keluarkan Biaya Sepeserpun
Punya Filosofi Mendalam, Kupas Makna Kue Apem, Sudah Ada Sejak Zaman Wali Songo, Berasal dari Bahasa Arab?
Jumbrek Makanan Jenis Apa? Kuliner Tradisional Khas Lamongan Eksis Sejak Abad ke-15, Dulu Favorit Sunan Drajat?
Beginilah Asal-usul Kue Putu yang Jadi Kudapan Manis Khas Jawa, Ternyata Ada Pengaruh dari Tiongkok?
10 Kosakata Bahasa Jawa yang Diserap dari Bahasa Belanda, Nomor 3 Alat Transportasi Tradisional di Yogyakarta
Mengenal Asal-usul Nasi Liwet Gurih Makanan Tradisional Khas Jawa, Benarkah Bisa Digunakan Sebagai Media Tolak Bala?