Nama Ki Ageng Balak diambil dari kisah yang sudah dijabarkan sebelumnya dimana "Balak" artinya mbalelo atau membangkang karena Raden Sudjono menolak perintah Ayahnya Prabu Brawijaya V untuk menikah dan tidak mau pulang ke Majapahit.
Sedangkan arti "Balak" yang kedua adalah "Pageblug" dimana kata itu mempunyai definisi bahwa Raden Sudjono dapat menyelesaikan masalah di Majapahit.
Mulai dari cerita itulah yang menyebabkan Raden Sudjono dipercaya sebagai sosok yang bisa menyelesaikan berbagai permasalahan dan makamnya selalu ramai dikunjungi oleh peziarah sampai sekarang.
Baca Juga: Ini Dia Deretan 7 Kota Paling Sepi yang Ada di Indonesia, Jadi Serasa Tenang Kalau Datang ke Sini!
Mengunjungi dan bahkan menginap di kawasan sekitar makam Ki Ageng Balak dipercaya oleh masyarakat Jawa dapat memberikan penyelesaian masalah yang sedang dihadapi oleh mereka.
Mayoritas para pengunjung akan lebih banyak yang berziarah ke makam Ki Ageng Balak pada saat bulan Suro karena waktu itu dinilai sebagai bulan yang sakral.
Meskipun demikian, menurut salah satu juru kunci makam Ki Ageng Balak yakni Heri Purnomo, versi Raden Sudjono yang merupakan putra dari raja Kerajaan Majapahit itu hanya sekedar cerita rakyat turun-temurun yang disebarkan secara lisan, tidak ada bukti konkret yg mendukung.***
Artikel Terkait
Siapakah Sunan Bayat? Mengenal Sosok Mantan Bupati Semarang yang Gila Harta hingga Jadi Ulama Paling Sabar Penyebar Islam di Tanah Jawa
250 Anak Tangga Makam Sunan Bayat: Petualangan Mistis di Makam Sunan Bayat yang Wajib Anda Kunjungi!
Apa Hubungan Sunan Bayat dan Syekh Siti Jenar? Kisahnya yang Mengguncang Himpunan Wali Songo
Mitos Puncak Gunung Lawu, Konon Jadi Tempat Pengasingan Prabu Majapahit Brawijaya V
Belajar Kesederhanaan dari Gethuk, Jajanan Unik Khas Jawa yang Memiliki Cita Rasa Manis dan Legit Ketika Disantap
Konsep Ketuhanannya Sama dengan Islam, Inilah Agama Leluhur Nusantara yang Sudah Ada Sejak Ribuan Tahun Lalu
3 Keistimewaan Puncak Gunung Lawu, Memiliki Lebih dari Satu Puncak! Salah Satunya Hargo Dalem