Sebagai raja, Ki Ageng Bagelen mengajarkan kepada rakyatnya tentang cara bercocok tanam yang benar.
Sementara Nyi Ageng Bagelen yang ahli dalam menenun kain mengajarkan dan menularkan ilmunya pada para wanita di desa Bagelen.
Namun hubungan Ki Ageng Bagelen dan Nyi Ageng Bagelen tidaklah selalu harmonis. Hingga ada suatu kejadian saat kedua putrinya meninggal di lumbung padi kedelai hitam, kehidupan rumah tangganya mulai kacau. Hal itu yang menyebabkan keduanya memilih untuk bercerai.
Perceraian tersebut membuat Ki Ageng Bagelen kembali ke asalnya, Desa Awu-awu langit dan berpisah dengan Nyi Ageng Bagelen yang menetap di Kerajaan Bagelen.
Perpisahan tersebut membuat Ki Ageng Bagelen sedih hingga ia memutuskan untuk menghabiskan sisa umurnya dengan bertapa.
Kabar meninggalnya Ki Ageng Bagelen terdengar sampai ke telinga Nyi Ageng Bagelen.
Meski sudah berpisah, perasaan sedih tetap menyelimuti Nyi Ageng Bagelen. Ia pun memanggil putranya dan mengatakan akan menyusul Ki Ageng Bagelen ke alam baka.
Sosok Nyi Ageng Bagelen dikenal dan populer karena petilasannya hingga kini ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai wilayah. Khususnya pada satu Suro, Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon. Hal itu menandakan bahwa ia adalah sosok yang dihormati dan disegani masyarakat.
Diyakini menjadi tempat moksa dan pertapaan Nyi Agung Bagelen, petilasan ini berada di Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah yang mana petilasan ini banyak dikunjungi oleh peziarah.***
Artikel Terkait
Lokasi Punden Nyai Ageng Bagelen Purworejo: Petilasan Keramat dengan Berbagai Larangan, Konon Diucapkan Sebelum Moksa dari Bumi
Mengulik Kisah Makam Ki Juru Mudi, Sosok Muslim yang Dimakamkan di Klenteng Sam Poo Kong Semarang
Amalan Minta Uang Kontan Via 7 Malaikat, Ijazah Keturunan Sunan Drajat Ke-14, Kiai Abdul Ghofur Lamongan
Siapa Mbah Bayat? Inilah Sosok Sunan Tembayat, Anak Bangsawan asal Semarang yang Berguru ke Sunan Kalijaga
Gua Langse Yogyakarta Tempat Favorit Tirakat Para Politikus, Jelang Pilkada 2024 yang Berburu Jabatan akan Berkunjung?
Bingung Mau Kulineran Kemana? Kunjungi Bandoengsche Melk Centrale 1928, Restoran Legend Sejak Zaman Belanda, Bikin Kenyang Hati Senang