Sehingga klenteng Sam Poo Kong hingga saat ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah semata namun juga sebagai simbol persatuan dan akulturasi bagi keberagaman budaya dan agama di Semarang.
Kini Klenteng Sam Poo Kong berstatus menjadi salah satu bangunan cagar budaya yang berada di daerah Semarang, Jawa Tengah.
Menurut sejarah, Klenteng Sam Poo Kong ini adalah tempat tinggal Laksamana Cheng Ho yang pada awalnya merupakan sebuah gua batu, sehingga di depan klenteng tersebut dibuat satu patung Laksamana Cheng Ho.
Klenteng Sam Poo Kong hingga kini telah menjadi salah satu bentuk keharmonisan agama di Nusantara, dan bangunan ini telah menjadi tempat akulturasi dua etnis.
Dua etnis tersebut adalah China dan Jawa dimana bagi etnis China, Klenteng merupakan tempat untuk berdoa dan sembahyang.
Namun dilain pihak bagi masyarakat Jawa dan muslim, mereka datang ke klenteng itu untuk berziarah pada makam Ki Juru Mudi, anak buah Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah sekaligus diplomat muslim asal Tiongkok.***
Artikel Terkait
Makam Sunan Muria: Hanya Buka Hari-hari Tertentu dan Letaknya Jauh di Atas Gunung?
Makam Tumenggung Ini Terus Diinjak-injak di Yogyakarta, Benarkah Tak Layak dapat Tempat Terhormat di Jawa?
Eksplorasi ke Makam Sunan Gresik, Tokoh Wali Songo Senior yang Ajarkan Islam dengan Dakwah Pendidikan dan Perdagangan
Kayu Nagasari Dipercaya Memiliki Tuah Ampuh untuk Atasi Berbagai Penyakit, Ternyata Pohonnya Identik dengan Makam Tokoh Penting?
Makam Sunan Drajat, Salah Satu Destinasi Wisata Religi di Lamongan, di Mana Letaknya?
11 Makam Wali Keramat di Grobogan untuk Wisata Religi, Ada Pesarean Ki Ageng Jaka Tarub hingga Murid Sunan Kalijaga