Dikisahkan bila saat sedang serius menenun dan sedang menjaga anak-anaknya, Nyai Bagelen mengira sedang menyusui anaknya namun yang disusui adalah seekor anak sapi sehingga hal ini membuat Nyai Ageng Bagelen malu dan marah.
Suatu ketika Nyai Ageng Bagelen melihat kedua putrinya meninggal di lumbung padi kedelai hitam, setelah itu rumah tangga Nyai Agung Bagelen dengan Awu-awu Langit diwarnai pertengkaran.
Kemudian Nyai Ageng Bagelen berpesan anak keturunannya agar tidak memelihara sapi, tidak boleh melaksanakan hajat pada hari pasaran selasa wage karena hari itu menjadi hari naas, menanam kedelai hitam, serta memakai pakaian lurik. Setelah menyampaikan pesan itu, Nyai Ageng Bagelen masuk kamar dan moksa.***
Artikel Terkait
Situs Makam Aermata Ratu Ebhu Bangkalan Madura, Terdapat Sumber Air yang Tercipta dari Air Mata Sang Ratu?!
Makam Sunan Muria: Hanya Buka Hari-hari Tertentu dan Letaknya Jauh di Atas Gunung?
Makam Tumenggung Ini Terus Diinjak-injak di Yogyakarta, Benarkah Tak Layak dapat Tempat Terhormat di Jawa?
Eksplorasi ke Makam Sunan Gresik, Tokoh Wali Songo Senior yang Ajarkan Islam dengan Dakwah Pendidikan dan Perdagangan
Kayu Nagasari Dipercaya Memiliki Tuah Ampuh untuk Atasi Berbagai Penyakit, Ternyata Pohonnya Identik dengan Makam Tokoh Penting?
Makam Sunan Drajat, Salah Satu Destinasi Wisata Religi di Lamongan, di Mana Letaknya?
11 Makam Wali Keramat di Grobogan untuk Wisata Religi, Ada Pesarean Ki Ageng Jaka Tarub hingga Murid Sunan Kalijaga