Dengan berani, Joko Tingkir kemudian menaiki rakit bambu sederhana untuk menyeberangi sungai dan secara tak terduga, 40 ekor buaya raksasa kemudian muncul dan mengelilingi rakitnya.
Namun, Joko Tingkir tidak gentar. Ia pun yakin dengan kekuatan timang warisan Ki Ageng Banyu Biru dan dengan tenang memanjatkan doa untuk memohon perlindungan kepada Tuhan sesuai ajaran dari guru-gurunya.
Secara ajaib, doa Joko Tingkir pun didengar dan sekelompok buaya yang tadinya ganas, tiba-tiba menjadi jinak dan patuh. Buaya-buaya tersebut bahkan dengan sukarela mendorong rakit Joko Tingkir dan menjadi pengawalnya hingga ke berhasil menyeberangi sungai dengan aman.
Kisah ini pun masih menjadi perbincangan hingga saat ini. Menurut Ustad Salim A. Fillah, kisah Joko Tingkir yang mampu taklukan 40 buaya ini merupakan kisah simbolik bukan secara harfiah terjadi.
Saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Abdel Achrian, Ustadz Salim A. Fillah menjelaskan makna dari kisah Joko Tingkir tersebut.
"Kisah Joko Tingkir yang tertulis dalam Babad Tanah Jawa ini sebenarnya simbolik, karena dalam cerita aslinya itu Joko Tingkir dalam meniti karir menuju ke Demak itu didukung oleh 40 preman," ungkap Ustad Salim A. Fillah.
Di sisi lain, kisah Joko Tingkir menaklukan buaya ini bisa juga melambangkan kekuatan spiritual dan keyakinannya yang teguh.
Artinya, Joko Tingkir tetap tenang dan yakin kepada pertolongan Yang Maha Kuasa bahkan ketika berada di tengah bahaya. Keberanian dan keyakinannya tersebut mampu menaklukkan rintangan, bahkan secara ajaib dapat mengubah sifat buaya yang ganas menjadi jinak.
Kisah 40 buaya yang mendorong rakit Joko Tingkir juga bisa menjadi pengingat bahwa dengan keyakinan dan kekuatan spiritual yang kuat, maka semua orang akan mampu mengatasi rintangan dalam mencapai tujuannya.***
Artikel Terkait
Bak Atlantis, Kerajaan Demak 'Hilang' tanpa Sisa? Inilah 2 Pusaka Terakhir Peninggalan Kerajaan Islam Pertama di Jawa
Fakta di Balik Mitos 7 Kali Berkunjung ke Masjid Demak Disamakan dengan Naik Haji ke Tanah Suci, Ternyata Gara-Gara Kolonial Belanda
Soko Tatal Ajaib Cuma Milik Sunan Kalijaga, Kok Bisa? Buah Tangan Wali Songo Untuk Masjid Agung Demak Ternyata...
30 Juz Cuma Ditulis Tangan! Ini Jejeran Peninggalan Wali Songo di Museum Masjid Agung Demak, Ada Dari Sunan Kalijaga
Makna Saka Tatal, Tiang Penyangga Masjid Agung Demak Buatan Sunan Kalijaga, Terbuat dari Kayu Jati Hutan Majapahit?
Melirik Kisah Caos Dhahar, Kuliner Legendaris Khas Demak Favorit Sunan Kalijaga yang Disajikan Usai Jamasan Pusaka
Melirik Kuliner Legendaris Favorit Sunan Kalijaga Wali Songo! Caos Dahar Khas Demak Punya Filosofi di Luar Nalar