"Kurang lebih 4,5 tahun ya seluruh APBN Republik Indoensia ditanggung Sultan," katanya.
Dari tahun 1946 sampai 1950 Yogyakarta menjadi Ibukota Negara sementara menggantikan Jakarta dan seluruh APBN ditanggung Sultan Yogyakarta Hamengkuwubowono IX.
Selain itu, alasan lain kenapa Jogja disebut sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta karena ada kisah di balik 6 juta Gulden terakhir Sultan Hamengkubuwono IX.
6 juta Gulden itu diberikan kepada Bung Karno untuk dipakai untuk melanjutkan pemerintahan di Jakarta.
"Pakailah ini, lanjutkan pemerintahan di Jakarta, ini milik terakhir Jogja, Jogja sudah tidak punya apa-apa lagi," ujar Ustadz Salim A. Fillah gambarkan percakapan Sultan Yogyakarta kepada Bung Karno.
Saat Indonesia telah merdeka, pemimpin Yogyakarta yaitu Sultan Hamengkubuwono IX dan Adipati Paku Alam kompak menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur.***
Artikel Terkait
4 Kuliner Legendaris Bernama Unik Warisan Wali Songo yang Masih Eksis, Ada Favorit Sunan Kudus hingga Sunan Kalijaga
Klenteng di Muntilan ini Miliki Altar Presiden ke-4 Republik Indonesia, Diperlakukan Sama dengan Dewa-Dewi
2 Kesaktian Pusaka Joko Tingkir Kyai Bajulgiling, Ditakuti saat Melawan Gerilyawan Majapahit
Intip Serunya Liburan di Cepogo Cheese Park Boyolali, Spot Wisata ala Eropa dengan Aktivitas Menyenangkan!
Apakah Laksamana Cheng Ho Seorang Muslim? Inilah Jejak Perjalanan dan Bukti Peninggalannya di Nusantara
Kenapa Pulau Sumatera Disebut Swarnadwipa? Inilah Asal-usul dan Sejarah Panjangnya
Misteri Runtuhnya Kerajaan Majapahit Selalu Dikaitkan dengan 'Sirna Ilang Kertaning Bumi', Ternyata Begini Makna Istilah Tersebut...
Inilah Nama Unik Ma Huan, Seorang Tiongkok Muslim yang Menulis Perjalanan Laksamana Cheng Ho
Benarkah Demak Tak Pernah Menyerang Majapahit? Simak Fakta Baru Raden Patah dan Masa Jatuhnya Kerajaan Terbesar di Nusantara
Benarkah Bahan Pengawetan Mumi Firaun Berasal dari Sumatera? Sejarahnya Hanya Diekspor oleh Nusantara