"Pada awalnya dua-duanya daerah istimewa , begitu terjadi proklamasi kemerdekaan punya maklumat kepada rakyat," ujar Ustadz Salim A. Fillah.
Baca Juga: Tahun 1926 Jadi Pasar Terindah di Pulau Jawa, Kini Bersaing dengan Gedung-Gedung Modern
Saat Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan, 2 wilayah istimewa Keraton Kasunanan Surakarta dan Keraton Kasultanan Yogyakarta bergabung dengan RI.
"Bergabung dengan Republik Indonesia untuk menjadi wilayah yang independen sebagai daerah istimewa, Sultan dan Sunan tetap memegang kedaulatan," katanya.
Menilik sejarak mengapa Yogyakarta memiliki embel-embel nama Daerah Istimewa karena ada peran dari sang Sultan Hamengkubuwono IX.
Sultan Hamengkubuwono IX disebutkan adalah seorang yang visioner dan pendukung Republik Indonesia secara militan.
Terbukti saat Indonesia melakukan Perjanjian Linggarjati dengan bangsa penjajah yang melahirkan kesepakatan kalau Jakarta bukan lagi wilayah RI.
Saat awal kemerdekaan Indonesia memang masih mengalami amsa sulit untuk bangkit bersaa Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno atau Bung Karno.
Kondisi ini menjadikan Indonesia tidak memiliki ibukota negara, sehingga Sultan Hamengkubuwono IX memberikan usulan kepada Bung Karno.
"Sultan langsung menawari Bung Karno untuk pindah ibukota di Jogja," ujar Ustadz Salim A. Fillah.
Di sini lah sejarah mengapa Jogja disebut dengan embel-embel Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY.
Bukan hanya karena pernah menjadi Ibukota Negara Republik Indonesia setelah kemerdekaan, tapi juga karena Sultan Jogja tanggung APBN Indonesia.
Artikel Terkait
4 Kuliner Legendaris Bernama Unik Warisan Wali Songo yang Masih Eksis, Ada Favorit Sunan Kudus hingga Sunan Kalijaga
Klenteng di Muntilan ini Miliki Altar Presiden ke-4 Republik Indonesia, Diperlakukan Sama dengan Dewa-Dewi
2 Kesaktian Pusaka Joko Tingkir Kyai Bajulgiling, Ditakuti saat Melawan Gerilyawan Majapahit
Intip Serunya Liburan di Cepogo Cheese Park Boyolali, Spot Wisata ala Eropa dengan Aktivitas Menyenangkan!
Apakah Laksamana Cheng Ho Seorang Muslim? Inilah Jejak Perjalanan dan Bukti Peninggalannya di Nusantara
Kenapa Pulau Sumatera Disebut Swarnadwipa? Inilah Asal-usul dan Sejarah Panjangnya
Misteri Runtuhnya Kerajaan Majapahit Selalu Dikaitkan dengan 'Sirna Ilang Kertaning Bumi', Ternyata Begini Makna Istilah Tersebut...
Inilah Nama Unik Ma Huan, Seorang Tiongkok Muslim yang Menulis Perjalanan Laksamana Cheng Ho
Benarkah Demak Tak Pernah Menyerang Majapahit? Simak Fakta Baru Raden Patah dan Masa Jatuhnya Kerajaan Terbesar di Nusantara
Benarkah Bahan Pengawetan Mumi Firaun Berasal dari Sumatera? Sejarahnya Hanya Diekspor oleh Nusantara