Dalam pertempuran, saat peti dari Arya Damar ini dibuka, seketika muncul suara gemuruh, disusul hujan dan angin.
Pasukan Majapahit pun pontang panting menyelamatkan diri dan kemenangan diraih pasukan Sunan Kudus.
Menariknya, peti ini diberikan oleh Arya Damar yang merupakan putra Prabu Brawijaya.
Dalam buku yang sama, Agus Sunyoto menyebutkan bahwa Arya Damar yang dikenal juga dengan nama Ario Abdilah ini anak dari Prabu Brawijaya dengan Putri Denawa, Endang Sasmitapura.
Saat dalam kandungan, ibunya diusir dari keraton hingga akhirnya ia dilahirkan di hutan selatan Majapahit.***
Artikel Terkait
Kitab Kutawa Manawa: KUHP Era Kerajaan Majapahit, Tegas hingga Aneh, Ada Hukuman untuk Koruptor dan Tukang Selingkuh
Ikan Titisan Dewa! Yuk Liburan ke Candi Rambut Monte Blitar Jawa Timur, Peninggalan Masa Kerajaan Majapahit, Boleh Berenang?
Kisah di Balik Kuliner Peninggalan Sunan Muria dan Sunan Kudus? Sajian Lontong Cocok untuk Sarapan Pagi, Harga Super Merakyat
Larang Sembelih Sapi Saat Idul Adha, Ini Metode Dakwah Sunan Kudus yang Penuh Toleransi
Kisah Romantis Syarif Hidayatullah dengan Putri Ong Tien dari Kerajaan China, Sampai Rela Tinggal di Gunung Sumbing Karena Hal Ini...
3 Senjata Sunan Kudus yang Bikin Tentara Majapahit Ciut, Ada Peti Berisi Pasukan Siluman hingga Pusaka Sunan Giri
Jubah Antakusuma, Pusaka Sunan Kalijaga yang Pernah Dipakai Nabi Muhammad, Jadi Pembawa Kabar Kematian Sunan Ngudung