Hal ini bertujuan untuk menjaga kesakralan dan konsentrasi dalam menjalankan ritual sakral ini.
Selain itu, peserta kirab juga tidak boleh menggunakan alas kaki, atau melakukan swa foto. Jika melanggar, peserta kirab akan dikeluarkan dari rombongan kirab.
Seperti tahun sebelumnya, kirab pusaka akan berlangsung sejauh 7 km dengan melewati rute sebagai berikut.
Perjalanan akan dimulai melalui rute Supit Urang, Jalan Pakubuwana, Gapura Gladag, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Mayor Kusmanto.
Kemudian lanjut ke Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso, dan akhirnya kembali ke Keraton Solo.
Tujuan diadakannya kirab Pusaka malam 1 Suro ini menjadi simbol permintaan untuk keselamatan dan sarana introspeksi agar menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Tradisi ini juga merupakan salah satu warisan budaya yang tak ternilai harganya.
Baca Juga: Membongkar Kisah Megah Gedung Djoeang di Balik Sejarah Kota Solo yang Fungsinya Selalu Berubah-ubah
Merayakan keunikan budaya lokal menjadi langkah penting untuk melestarikan warisan nenek moyang.***
Artikel Terkait
Nganjuk Mendadak Jadi Destinasi Wisata Religi di Bulan Suro, Lokasi Ini Ramai Dikunjungi Peziarah Meski Letaknya Ada di Ketinggian
Keramat! Ritual Rutin Tiap Tanggal 12 Suro di Gunung Kawi, Hanya Orang Pilihan yang Bisa Mengikutinya
Ritual Mistis Grebeg Suro di Hutan Bambu Lumajang, Ada Prosesi Khusus untuk Pengharapan Agar Sumber Air Tetap Mengalir
Kalender Jawa: Penanggalan Paling Rumit di Dunia Peninggalan Sultan Agung, Simbol Akulturasi Islam dan Budaya Jawa
Cuma di Sini Kamu Bisa Nikmati Pesona Air Panas Panabungan Tarutung Terbesar di Tapanuli Utara: Bisa Berendam?
Ritual Kungkum Malam 1 Suro, Tradisi Sakral Turun-Temurun, Pernah Dilakukan Presiden Soeharto, Beneran Bikin Sakti?