Minggu, 19 Juli 2026

Penemuan Prasasti Lumbung Bukti Peradaban Sejarah Jember Sangat Tua, Tapi Bikin Pusing Para Arkeolog, Mengapa?!

Photo Author
Gogot Cahyo Baskoro, Sketsa Nusantara
- Jumat, 5 Juli 2024 | 15:31 WIB
Sejumlah pegiat sejarah di Jember yang melakukan observasi Prasasti Lumbung. (dok. Istimewa)
Sejumlah pegiat sejarah di Jember yang melakukan observasi Prasasti Lumbung. (dok. Istimewa)

Sejumlah peninggalan megalitikum di Jawa Timur juga terdapat corak seperti lukisan yang ditemukan di Prasasti Lumbung.

Baca Juga: Ini Alasan Majapahit Tak Mampu Taklukkan Kerajaan Sunda Pajajaran yang Kekuasaannya Jauh Lebih Kecil

Di sisi lain prasasti, juga terdapat dua pahatan berbentuk ketupat. Bentuk ketupat sebenarnya juga lazim diketemukan di zaman pra sejarah dan berlanjut di era klasik.

Yang menarik lagi, tulisan atau aksara yang tertera pada Prasasti Lumbung berada dalam sebuah bingkai segi empat berukuran sekitar 90 cm x 1 meter lebih.

Para ahli juga sempat kebingungan menentukan bagian atas dan bawah dalam melakukan pembacaan prasasti tersebut.

Baca Juga: Kisah Kerajaan Gelgel, Pilar Nusantara Bukti Kejayaan Bali di Masa Lampau yang Runtuh Karena Pemberontakan

Di dalam bingkai segi empat juga terdapat lukisan yang diduga berbentuk golok. Namun karena banyak guratan-guratan melintang, gambar tersebut menjadi membingungkan," ujar Andi. 

Sedangkan Ismail Lutfi arkeolog yang melakukan pembacaan atas Prasasti Lumbung mengatakan bahwa bingkai segi empat juga pernah ditemukan di Pasrujambe Lumajang.

Terdapat tujuh aksara yang dipahatkan dalam bingkai segi empat pada lempeng batu Prasasti Lumbung.

Baca Juga: Efek Letusan Gunung Samalas, Kelaparan di Mana-Mana, Erupsi Dahsyat yang Mengubur Kerajaan Lombok

Selain sempat kebingungan menentukan sisi atas dan bawah, para ahli juga sempat bingung karena ada aksara yang mudah dikenali dan ada yang tidak.

"Kalau diperhatikan, ada banyak goresan aksara yang unik atau anomali, walau ada pula aksara yang bisa dihubungkan dengan aksara yang dikenali sekarang ini," ujar  Ismail Lutfi.

Aksara yang dianggap anomali yang tidak sesuau dengan alur penulisan Aksara Jawa Kuno, ternyata cukup banyak.

Baca Juga: Bak Atlantis, Kerajaan Demak 'Hilang' tanpa Sisa? Inilah 2 Pusaka Terakhir Peninggalan Kerajaan Islam Pertama di Jawa

Misalnya ada 7 aksara dengan tanda titik di atasnya, yang tidak lazim ditemukan dalam aksara Jawa Kuno atau Palawa.   

Halaman:

Editor: Gogot Cahyo Baskoro

Sumber: BPCB Jatim

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X