Sejumlah peninggalan megalitikum di Jawa Timur juga terdapat corak seperti lukisan yang ditemukan di Prasasti Lumbung.
Baca Juga: Ini Alasan Majapahit Tak Mampu Taklukkan Kerajaan Sunda Pajajaran yang Kekuasaannya Jauh Lebih Kecil
Di sisi lain prasasti, juga terdapat dua pahatan berbentuk ketupat. Bentuk ketupat sebenarnya juga lazim diketemukan di zaman pra sejarah dan berlanjut di era klasik.
Yang menarik lagi, tulisan atau aksara yang tertera pada Prasasti Lumbung berada dalam sebuah bingkai segi empat berukuran sekitar 90 cm x 1 meter lebih.
Para ahli juga sempat kebingungan menentukan bagian atas dan bawah dalam melakukan pembacaan prasasti tersebut.
Di dalam bingkai segi empat juga terdapat lukisan yang diduga berbentuk golok. Namun karena banyak guratan-guratan melintang, gambar tersebut menjadi membingungkan," ujar Andi.
Sedangkan Ismail Lutfi arkeolog yang melakukan pembacaan atas Prasasti Lumbung mengatakan bahwa bingkai segi empat juga pernah ditemukan di Pasrujambe Lumajang.
Terdapat tujuh aksara yang dipahatkan dalam bingkai segi empat pada lempeng batu Prasasti Lumbung.
Baca Juga: Efek Letusan Gunung Samalas, Kelaparan di Mana-Mana, Erupsi Dahsyat yang Mengubur Kerajaan Lombok
Selain sempat kebingungan menentukan sisi atas dan bawah, para ahli juga sempat bingung karena ada aksara yang mudah dikenali dan ada yang tidak.
"Kalau diperhatikan, ada banyak goresan aksara yang unik atau anomali, walau ada pula aksara yang bisa dihubungkan dengan aksara yang dikenali sekarang ini," ujar Ismail Lutfi.
Aksara yang dianggap anomali yang tidak sesuau dengan alur penulisan Aksara Jawa Kuno, ternyata cukup banyak.
Misalnya ada 7 aksara dengan tanda titik di atasnya, yang tidak lazim ditemukan dalam aksara Jawa Kuno atau Palawa.
Artikel Terkait
Menggali Warisan Budaya Majapahit dalam Kerajaan Islam Jawa: Pewaris Sejati Jawa atau Bali?
Bukan Kesultanan Demak, Ternyata Kerajaan Islam Tertua Ada di Jawa Timur hingga Bekas Bentengnya Bikin Hayam Wuruk Takut
Bukan Majapahit, Tome Pires, Penjelajah Portugis Terpukau, Kerajaan di Jawa Ini Memiliki Istana dan Berbagai Perlengkapan Bersepuh Emas
Dicap Anak Durhaka, Benarkah Raja Kerajaan Demak, Raden Patah, yang Menyerang Majapahit, Kerajaan Ayahnya?
Kisah Sunan Kalijaga dalam Pemilihan Arah Kiblat Sebagai Peranan Penting Pendirian Masjid Agung Demak, Simbol Popularitas Kerajaan?