Minggu, 19 Juli 2026

Prasasti Upit Peninggalan Ratu Jay Shima Kalingga Menjadi Bukti Keberadaan Desa Tertua di Indonesia?

Photo Author
Gogot Cahyo Baskoro, Sketsa Nusantara
- Rabu, 3 Juli 2024 | 11:33 WIB
Prasasti Upit peninggalan Ratu Jay Shima dari Kalingga menjadi bukti keberadaan desa tertua di Indonesia. (klatenkab.go.id)
Prasasti Upit peninggalan Ratu Jay Shima dari Kalingga menjadi bukti keberadaan desa tertua di Indonesia. (klatenkab.go.id)

Upit, Yupit, atau Ngupit merupakan nama lama dari desa di Klaten, yang saat ini sudah dipecah menjadi dua desa. yakni Desa Kahuman dan Desa Ngawen.

Baca Juga: Diplomasi Cerdas Haji Agus Salim, Memperkenalkan Indonesia ke Raja dan Ratu Inggris Hanya Lewat Kretek

Karenanya, wajar jika saat ini kita tidak bisa menemukan sebuah dukuh atau desa yang secara bernama Ngupit maupun Upit.

Situs resmi Pemkab Klaten, menuliskan bahwa dalam prasasti itu memuat keterangan Rakai Halaran menetapkan tanah sima atau tanah perdikan yang bernama Upit.

Prasasti merupakan penanda batas wilayah tanah perdikan. Dimana rakyat tanah perdikan berhak untuk mengelola tanah sendiri secara swakarsa tanpa dipungut pajak.

Baca Juga: Dulu Dicap Ratu Kontroversi, Wirda Mansur Jadi Tamu Istimewa Raja Salman yang Diberangkatkan Haji, Rupanya Sering Lakukan Amalan Ini

Untuk alasan keamanan, sejak tahun 1980-an, Prasasti Upit disimpan di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Masyarakat yang ingin menyaksikan replika Prasasti Upit bisa juga melihatnya di belakang Kantor Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten.

Prasati Upit atau Yupit di Desa Kahuman ini, menjadi bukti bahwa desa tertua di Indonesia adalah desa yang dulunya bernama Desa Ngupit.

Baca Juga: Bak Atlantis, Kerajaan Demak 'Hilang' tanpa Sisa? Inilah 2 Pusaka Terakhir Peninggalan Kerajaan Islam Pertama di Jawa

Sejumlah sesepuh Desa Kahuman, juga menyebutkan adanya beberapa bukti lain. Misalnya batu-batu candi yang terletak di Makam Padalan.

​Pada awalnya bebatuan tersebut berupa batu berundak. Namun setelah diteliti, ternyata batu berundak itu adalah bongkahan bebatuan yang tersusun rapi layaknya candi.

Desa Kahuman yang dahulu disebut Ngupit ini, dilalui jalan Klaten-Boyolali yang merupakan jalan provinsi.

Baca Juga: Bukan Majapahit, Tome Pires, Penjelajah Portugis Terpukau, Kerajaan di Jawa Ini Memiliki Istana dan Berbagai Perlengkapan Bersepuh Emas

Yang menarik di desa ini juga terdapat sumber air yang besar dan membentuk sendang.

Halaman:

Editor: Gogot Cahyo Baskoro

Sumber: klatenkab.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X