Pewarna kulit yang digunakan pun bukan berbahan kimia, melainkan campuran daun pisang dan arang tempurung kelapa.
Sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari laman Kemenparekraf, setiap tato pun memiliki makna mendalam dan berbeda-beda.
Umumnya, laki-laki dan perempuan akan memiliki gambar tato yang berbeda.
Gambar tato pada tubuh laki-laki biasanya akan berbentuk garis berwarna hitam melengkung dari bahu kanan hingga bahu kiri.
Garis ini melambangkan gambar binatang buruan atau anak panah.
Sementara untuk perempuan Mentawai, tatonya akan bergambar subba atau tangguk.
Gambar tato ini sesuai dengan peran perempuan Mentawai yang pergi menangkap ikan di sungai.
Lain halnya dengan motif atau gambar tato masyarakat lokal yang berperan sebagai sikerei pun pemburu juga akan berbeda.
Contohnya ialah seorang pemburu asal Mentawai menggunakan tato sesuai dengan binatang hasil tangkapannya.
Seperti buaya, babi, rusa, monyet, atau burung.
Sementara seorang sikerei biasanya memiliki tato bintang Sibalu-balu pada tubuhnya.
***
Artikel Terkait
12 KM dari Gresik, Ada Bukti Islam Tertua di Nusantara Sebelum Era Wali Songo
Cuma 2 Ribuan Aja Lho! Inilah Warung Berkah di Malang, Cocok disaat Dompet Menipis
Siapa Wali Songo Termuda hingga Tertua? Mempelajari Silsilah, Nama Asli dan Daerah Kelahiran Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa!
Ungkap Kebenaran Keberadaan Walisongo, Benarkah Historis Penyebaran Islam di Nusantara Pengaruh Mereka?
Unik! Blangkon Senantiasa Jadi Ciri Khas Penampilan Sunan Kalijaga, Ternyata Ini Makna dan Nilai yang Terkandung pada Penggunaannya