Kamis, 4 Juni 2026

Bukan Berupa Keris, Kyai Tunggul Wulung, Pusaka Keraton Yogyakarta Paling Suci yang Diyakini Pernah Mengusir Wabah Ternyata dari Madinah

Photo Author
Gogot Cahyo Baskoro, Sketsa Nusantara
- Jumat, 28 Juni 2024 | 14:57 WIB
Ilustrasi Senjata Pusaka Keraton Yogyakarta, Kyai Tunggul Wulung yang diyakini beberapa kali mengusir wabah. (kratonjogja.id)
Ilustrasi Senjata Pusaka Keraton Yogyakarta, Kyai Tunggul Wulung yang diyakini beberapa kali mengusir wabah. (kratonjogja.id)

Ternyata bendera Kyai Tunggul Wulung diyakini terbuat dari kain yang digantung di seputar makam Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Baca Juga: Kisah Kerajaan Maritim Nusantara yang Kuasai Jalur Perdagangan Asia Tenggara, Benarkah Pusat Perdagangan yang Jatuh Karena Konflik?

Sedangkan di ujung bendera Kyai Tunggul Wulung, terdapat sebuah tombak pusaka bernama Kyai Slamet.

Dikisahkan bahwa Sang Sultan akhirnya menyetujui permintaan warga. Namun, Kyai Tunggul Wulung hanya diarak di seputaran Yogyakarta, bukan di Kota Gede.

Sebelumnya, Kyai Tunggul Wulung juga pernah diarak keliling Yogyakarta saat wabah influenza menyerang pada tahun 1918.

Baca Juga: Pernah Menjadi yang Paling Berpengaruh di Asia! Inilah Sejarah Kejatuhan Kerajaan Majapahit

Pada tahun 1892 dan 1876 Kyai Tunggul Wulung juga pernah diarak keliling kota, saat wabah menyerang Kota Yogyakarta.

Masyarakat umum meyakini bahwa berhentinya wabah tidak lepas dari kesaktian Kyai Tunggul Wulung yang diarak keliling kota.

Peristiwa Kyai Tunggul Wulung diarak tersebut terlaksana pada tanggal 21 sampai dengan 22 Januari 1932, bertepatan dengan hari Jumat Kliwon yang dipandang baik dari sisi supranatural.

Baca Juga: Misteri Usia Sunan Kalijaga Hingga Dimakamkan di Demak, Wali Songo yang Hidup di 4 Masa Kerajaan Nusantara

Ritual diaraknya Kyai Tunggul Wulung dilengkapi dengan sesaji dan diringi dengan dikumandangkannya adzan yang menandai keluarnya pusaka tersebut dari keraton.

Tak ketinggalan ayat suci al quran dan berbagai doa keselamatan dilantunkan mengiringi diaraknya Kyai Tunggul Wulung.

Ribuan warga Yogyakarta berkumpul di sepanjang jalan untuk menyaksikan arak-arakan Kyai Tunggul Wulung tersebut.

Baca Juga: Sudah Sampai Malaka, Sunan Kalijaga Malah Dilarang ke Mekkah untuk Naik Haji, Dampak Runtuhnya Kerajaan Majapahit?

Sejumlah literatur juga mencatat bahwa arak-arakan Kyai Tunggul Wulung diikuti dengan penyembelihan kerbau bule atau albino berjenis kelamin betina.

Halaman:

Editor: Gogot Cahyo Baskoro

Sumber: Berbagai Sumber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X