Sementara itu, para perajin lokal berhimpun dalam program Karya Langit. Mereka menghasilkan berbagai cenderamata dari kayu dan bambu yang menjadi oleh-oleh khas bagi pengunjung.
Program Langit Cerdas menawarkan wisata edukasi pedesaan. Wisatawan dapat belajar mengenai kehidupan masyarakat desa, budaya lokal, serta berbagai aktivitas yang menjadi bagian dari keseharian warga.
Potensi pertanian juga tidak luput dari pengembangan melalui Langit Hijau. Pengunjung dapat mencoba berbagai aktivitas pertanian seperti menanam, membajak sawah, hingga mengenal berbagai tanaman yang tumbuh di kawasan tersebut.
Melalui delapan program tersebut, Desa Wisata Kaki Langit berhasil mengintegrasikan budaya, alam, kuliner, kerajinan, dan pendidikan dalam satu konsep pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut menjadikan warga tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga pelaku utama dalam pengembangan pariwisata di daerahnya.
Keberhasilan tersebut membuat Desa Wisata Kaki Langit menjadi salah satu contoh pengembangan wisata berbasis masyarakat yang terus berkembang di kawasan Mangunan, Bantul, Yogyakarta.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
6 Tempat Wisata Mojokerto 2026 yang Bikin Penasaran, Ada Cafe Alam hingga Sawah Instagramable
20 Tempat Wisata Blitar 2026 yang Wajib Dikunjungi, dari Hutan Pinus sampai Telaga Eksotis yang Viral
Ada Mushola, Gereja, dan Pura dalam Satu Kompleks Vihara Terbesar ke-2 di Pulau Jawa, 11 Wisata Kabupaten Pamekasan 2026 ini Wajib Dikunjungi
Ada Wisata dengan Mitos Awet Muda di Nganjuk, 13 Tempat Liburan 2026 Ini Ramai Dicari Wisatawan
Belajar dari Tragedi Kematian 1 Keluarga di Wisata Posong, Berikut Cara Mewaspadai Gas Mematikan Saat Berkemah dan Cara Aman Masak Pakai Gas Portable