Kamis, 4 Juni 2026

Tak Sekadar Tempat Liburan, Desa Wisata Kaki Langit Mangunan Punya Filosofi Mendalam dan Daya Tarik yang Jarang Diketahui

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 4 Juni 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi Kaki Langit, Mangunan, Bantul, Yogyakarta. (Pexels/Petar Avramoski)
Ilustrasi Kaki Langit, Mangunan, Bantul, Yogyakarta. (Pexels/Petar Avramoski)

SketsaNusantara.id - Di kawasan perbukitan Mangunan, Bantul, Yogyakarta, terdapat sebuah desa wisata yang berkembang dari gagasan sederhana masyarakat setempat. Bukan dibangun oleh investor besar, desa ini tumbuh dari semangat gotong royong warga yang ingin memanfaatkan potensi daerahnya untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

Desa Wisata Kaki Langit kini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata berbasis masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berbagai aktivitas wisata, budaya, kuliner, hingga edukasi dikembangkan dengan melibatkan warga sebagai pelaku utama.

Keberadaan desa wisata ini menjadi bagian penting dari perkembangan pariwisata di kawasan Bantul timur yang terus menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

Baca Juga: Libur Tahun Baru Islam Mau ke Mana? Ini 7 Destinasi Wisata Religi Bersejarah di Indonesia yang Cocok Dikunjungi Bersama Keluarga

Desa Wisata Kaki Langit dibentuk pada 9 Maret 2014. Pembentukannya merupakan hasil musyawarah tokoh masyarakat yang tergabung dalam KKLPMD Pedukuhan Mangunan. Saat itu, masyarakat melihat peluang besar dari perkembangan sektor pariwisata yang semakin pesat di wilayah tersebut.

Nama Kaki Langit memiliki makna filosofis yang menjadi dasar pengembangan desa wisata ini. Kata "kaki" dimaknai sebagai alat untuk terus bergerak dan melangkah meskipun menghadapi berbagai tantangan. Sementara "langit" menggambarkan ruang yang luas tanpa batas.

Filosofi tersebut menjadi semangat untuk menggerakkan masyarakat dalam menciptakan peluang ekonomi baru melalui sektor pariwisata. Berbagai potensi lokal kemudian dikembangkan menjadi program pemberdayaan yang melibatkan banyak warga.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, 2 Lokasi Wisata Bersejarah Ini Disebut Menjadi Saksi Awal Lahirnya Gagasan Pancasila

Salah satu program unggulan adalah Atap Langit. Program ini memanfaatkan rumah-rumah warga sebagai homestay bagi wisatawan. Banyak rumah tradisional berbahan kayu yang kemudian ditata ulang untuk menerima tamu tanpa menghilangkan karakter khas pedesaan Mangunan.

Selain penginapan, desa ini juga mengembangkan Rasa Langit yang berfokus pada kuliner tradisional. Wisatawan dapat menemukan berbagai makanan khas seperti gudeg manggar, thiwul, kicak, mie lethek, gudangan, pecel, hingga wedang uwuh yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner setempat.

Sektor budaya dikembangkan melalui program Budaya Langit. Berbagai kesenian tradisional seperti gejog lesung, karawitan, ketoprak, wayang pethilan, hingga mocopat tetap dilestarikan dan ditampilkan sebagai bagian dari atraksi wisata.

Bukan hanya pertunjukan seni, tradisi masyarakat seperti kenduri, mitoni, wiwitan, dan prosesi lamaran juga diperkenalkan kepada wisatawan yang ingin mengenal budaya Jawa lebih dekat.

Bagi penyuka petualangan, tersedia Langit Terjal yang menawarkan pengalaman menjelajahi kawasan perbukitan menggunakan kendaraan jeep maupun motor trail. Program ini dirancang untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses kendaraan biasa.

Generasi muda juga memiliki peran penting melalui Langit Ilalang. Kelompok pemuda setempat mengembangkan berbagai aktivitas seperti outbound, jelajah alam, hingga kegiatan edukatif yang melibatkan wisatawan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X