Sebagai bukti, di India, kari sering menggunakan yogurt atau susu untuk memberikan kekentalan.
Karena bahan-bahan tersebut tidak umum di Nusantara pada masa lalu, masyarakat menggantinya dengan santan.
Penggunaan santan inilah yang membuat opor memiliki cita rasa yang lebih gurih dan creamy, khas lidah orang Indonesia, khususnya di Jawa.
Fadly Rahman mencatat bahwa pemilihan opor ayam sebagai menu utama Idulfitri tidak lepas dari nilai filosofis dan sosiologis yakni simbol kedekatan dengan ketupat yang sering dikaitkan dengan istilah 'ngaku lepat'.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Hanya di Indonesia, Inilah 6 Tradisi Lebaran di Tanah Air Untuk Sambut Hari Kemenangan Idul Fitri
Ada Kampung Halaman Kamu? Intip 11 Daerah yang Gencar Rayakan Tradisi Lebaran Ketupat pada Penghujung Idul Fitri, Ada dari Luar Pulau Jawa!
Sejarah dan Makna Grebeg Syawal: Tradisi Lebaran di Yogyakarta sebagai Wujud Syukur Menyambut Hari Raya Idul Fitri
5 Fakta Sejarah Tradisi Mudik Lebaran di Indonesia, Dari Zaman Kolonial hingga Menjadi Ritual Tahunan Jutaan Orang
Sejarah Panjang THR dari 'Hadiah Lebaran' Kabinet Soekiman hingga Peran Politik PKI dan SOBSI dalam Menekan Pengusaha