Air ketheg atau yang juga dikenal sebagai air lanthung berasal dari sumur minyak tua peninggalan masa kolonial Belanda. Saat ini jumlah sumur tersebut semakin sedikit dan sebagian besar berada di wilayah Kebomas, Gresik.
Keterbatasan bahan baku tersebut membuat produksi kupat ketheg tidak lagi sebanyak dulu. Bahkan sebagian masyarakat menyebut kuliner tradisional ini sebagai makanan yang mulai langka.
Meski begitu, kupat ketheg masih bisa ditemukan pada waktu-waktu tertentu. Pengunjung yang datang ke kawasan wisata religi makam Sunan Giri di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, biasanya dapat menemukan kuliner ini mulai tanggal 25 Ramadan hingga sekitar satu minggu setelah Idul Fitri.
Keberadaan kupat ketheg menjadi bukti bahwa tradisi kuliner lokal dapat memiliki kaitan erat dengan sejarah penyebaran Islam di Jawa. Selain menjadi hidangan khas daerah, makanan ini juga menyimpan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Gresik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Pangeran Diponegoro Pernah Ketemu Sunan Kalijaga? Ada Ramalan Mencengangkan yang Diucapkan Anggota Wali Songo
Inilah Alasan Warga Kudus Tak Kurban Sapi dan Menggantinya dengan Kerbau, Ada Kaitannya dengan Salah Satu Wali Songo
3 Kesaktian Sunan Bonang Paling Legendaris hingga Bisa Membuat Banyak Orang Masuk Islam, Jadi Kisah Wali Songo yang Paling Diingat
Menyingkap Karomah Tersembunyi 3 Tokoh Wali Songo yang Terkenal Paling Sakti di Tanah Jawa, Salah Satunya Ada Hubungannya dengan Palestina
Jejak Nawa Dewata di Balik Konsep Wali Songo pada Era Majapahit, Penjaga Alam Semesta yang Melindungi Arah Mata Angin
Bukan Sekadar Dakwah, Inilah 8 Tugas Rahasia Wali Songo dalam Membangun Ulang Jawa Lama