Minggu, 19 Juli 2026

Mengenal Pasujudan Sunan Bonang di Lasem, Situs Petilasan Walisongo yang Berada Satu Kawasan dengan Makam Putri Cempo

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi Pasujudan Sunan Bonang Lasem, situs religi di puncak bukit dengan batu bekas sujud dan makam Putri Cempo (Freepik.com)
Ilustrasi Pasujudan Sunan Bonang Lasem, situs religi di puncak bukit dengan batu bekas sujud dan makam Putri Cempo (Freepik.com)

SketsaNusantara.id - Nama Sunan Bonang dikenal luas sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah penyebaran Islam di Pulau Jawa. Ulama yang termasuk dalam jajaran Wali songo tersebut memiliki pengaruh besar dalam perkembangan dakwah Islam pada abad ke-15 hingga awal abad ke-16.

Sunan Bonang memiliki nama asli Maulana Makhdum Ibrahim. Ia merupakan putra dari Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila. Tokoh penyebar Islam tersebut lahir di wilayah Rembang pada tahun 1465 Masehi.

Dalam perjalanan hidupnya, Sunan Bonang dikenal aktif menyebarkan ajaran Islam melalui pendekatan budaya, salah satunya melalui seni gamelan dan tembang Jawa. Ia wafat pada tahun 1525 M dan dimakamkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Hingga kini, makamnya masih menjadi salah satu tujuan utama wisata religi bagi masyarakat dari berbagai daerah.

Baca Juga: Ungkap Kebenaran Keberadaan Walisongo, Benarkah Historis Penyebaran Islam di Nusantara Pengaruh Mereka?

Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa selain makam di Tuban, terdapat pula sebuah petilasan yang diyakini berkaitan dengan aktivitas dakwah Sunan Bonang. Tempat tersebut dikenal dengan nama Pasujudan Sunan Bonang yang berada di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Pasujudan ini dipercaya masyarakat sebagai lokasi di mana Sunan Bonang pernah bersujud kepada Allah SWT saat menjalankan ibadah. Bentuknya berupa batu yang diyakini menyimpan bekas sujud sang wali, sehingga menjadi tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat.

Kompleks Pasujudan Sunan Bonang terletak di Desa Bonang, Kecamatan Lasem, sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Rembang. Lokasinya berada tidak jauh dari jalur Pantura sehingga relatif mudah dijangkau oleh para peziarah maupun wisatawan.

Baca Juga: Api Abadi Mrapen dan Jejak Gaib Sunan Kalijaga: Dari Tongkat Wali Songo hingga Menyala di Panggung Dunia Selama Puluhan Tahun

Meski demikian, posisi kompleks petilasan berada di atas sebuah bukit. Untuk mencapai lokasi tersebut, pengunjung harus menaiki sejumlah anak tangga yang cukup banyak. Perjalanan menuju puncak bukit ini justru menjadi pengalaman tersendiri bagi para peziarah.

Selain batu yang dipercaya sebagai tempat sujud Sunan Bonang, kawasan ini juga menyimpan beberapa peninggalan lain yang dikaitkan dengan tokoh Wali songo tersebut. Di antaranya adalah bekas tempat tinggal Sunan Bonang serta benda yang dikenal sebagai Joran Pancing Sunan Bonang.

Di area yang sama juga terdapat makam Putri Cempo, yang diyakini sebagai salah satu murid Sunan Bonang. Kehadiran makam tersebut menambah nilai historis sekaligus spiritual bagi kawasan petilasan ini.

Baca Juga: Kisah Sunan Ampel Ditikam Lembu Peteng saat Dakwah Damai Wali Songo di Tengah Cemooh dan Perlawanan

Menariknya, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket untuk memasuki kompleks Pasujudan Sunan Bonang. Para peziarah hanya dipersilakan memberikan sumbangan atau amal secara sukarela.

Meski tidak dipungut biaya resmi, kondisi kawasan petilasan tetap terjaga dengan baik. Perawatan lokasi dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat sekitar yang turut menjaga kelestarian situs tersebut.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X