Jember selama ini dikenal sebagai daerah "Pendalungan", tempat bertemunya budaya Jawa dan Madura dan soto kerbau menjadi titik temu akulturasi tersebut.
Dalam satu porsi soto kerbau, pengunjung tidak hanya mendapatkan asupan protein yang tinggi, tetapi juga diingatkan kembali akan pentingnya hidup berdampingan secara damai.
Di tengah gempuran kuliner modern, warung-warung soto kerbau di Jember tetap tegak berdiri.
Mereka bukan hanya menjual makanan, tapi juga menjajakan cerita tentang rasa hormat yang tak lekang oleh waktu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kuliner Soto Dahlok Jember yang Melegenda: Dari Dapur Keluarga ke Meja Para Tokoh Negeri, Ternyata ini Rahasianya
5 Tempat Makan Legendaris di Jember yang Masih Eksis Puluhan Tahun, dari Gudeg 1968 hingga Soto Ayam 1958
Sarapan di Bantul? Coba Soto Kemasan Yogyakarta, Unik Pakai Kemangi dan Tahu Bacem sejak 1963
Dari Pogung ke Gemawang, Inilah Soto Ijo Monjali yang Cuma 10 Menit dari UGM
Sarapan Paling Dicari di Jogja: Soto Ayam Depan Stasiun Tugu, Kuahnya Bening tapi Rasanya 'Nendang'