SketsaNusantara.id - Kuliner selalu punya daya tarik tersendiri di setiap kota, tak terkecuali Jember.
Di tengah banyaknya warung dan restoran baru, ternyata ada sejumlah tempat makan yang sudah bertahan puluhan tahun. Bahkan, beberapa di antaranya telah menjadi legenda kuliner yang tak lekang oleh waktu.
Tempat-tempat makan legendaris ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita panjang yang menyertai perjalanan mereka.
Dari warung sederhana hingga rumah makan luas, semuanya punya keistimewaan masing-masing. Berikut lima tempat makan tertua di Jember yang masih eksis hingga kini.
1. Warung Ayam Barokah Sriwijaya
Warung ini sudah berdiri sejak 1994 dan dikenal dengan menu ayam pedas khasnya. Berlokasi di Jalan Sriwijaya No. 181, warung ini buka dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.
Selain makan di tempat, tersedia juga layanan pesan antar melalui GoFood dan GrabFood. Menu andalannya antara lain nasi ayam pedas plus urap, ayam panggang, hingga nasi rames ayam kampung. Untuk minuman, tersedia pilihan unik seperti soda gembira, happy cola, hingga temulawak.
2. Warung Nasi Gudeg Lumintu
Gudeg Lumintu sudah ada sejak 1968 dan terletak di Jalan Kartanegara No. 33. Menu yang paling direkomendasikan adalah nasi gudeg dan nasi gudeg pecel.
Warung ini buka setiap Minggu hingga Jumat, mulai pukul 06.00 pagi sampai 14.00 WIB. Harganya terjangkau, dengan menu termahal berkisar Rp35.000–Rp40.000 per porsi.
3. Waroeng Kekel Bu Toera
Berdiri sejak 1983, warung ini berada di Jalan PB Sudirman, tepat di samping halte SMP 2 Jember. Suasana khasnya makin terasa saat Ramadan, karena baru buka sore hari hingga malam.
Artikel Terkait
Dari Pinggir Jalan ke Legenda Kuliner, Ini Rahasia Soto Dahlok Bertahan hingga Lebih dari Setengah Abad
Kuliner Soto Dahlok Jember yang Melegenda: Dari Dapur Keluarga ke Meja Para Tokoh Negeri, Ternyata ini Rahasianya
Ngiler! 3 Spot Kuliner Jember yang Wajib Dicoba Anak Muda, Nomor 1 Sudah Jualan sejak Tahun 1970
Kisah Inspiratif Sanrah Food, UMKM Kuliner Binaan BRI yang Sukses Naik Kelas dan Menembus Pasar Global
Jember Semakin Kreatif di 2025: Musik, Batik, Kuliner, dan Wisata Dorong Ekonomi Lokal