Minggu, 19 Juli 2026

Kuliner Soto Dahlok Jember yang Melegenda: Dari Dapur Keluarga ke Meja Para Tokoh Negeri, Ternyata ini Rahasianya

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Kamis, 26 Juni 2025 | 22:00 WIB
Pak Dwi sedang menyiapkan pesanan Soto Dahlok
Pak Dwi sedang menyiapkan pesanan Soto Dahlok

SketsaNusantara.id - Di tengah geliat kuliner modern di Jember, terdapat sebuah warung sederhana yang menyimpan jejak sejarah dan rasa yang tak lekang oleh waktu.

Soto Dahlok, demikian masyarakat mengenalnya. bukan sekadar tempat makan, melainkan saksi perjalanan tiga generasi dalam menjaga warisan kuliner khas nusantara.

Pak Agus, pemilik saat ini yang merupakan generasi ketiga, dengan ramah membagikan kisah panjang keluarganya dalam merintis usaha ini.

Baca Juga: Dagingnya Montok dan Murah Meriah! Yuk Coba Kuliner Legendaris di Jember, Harganya 1000-an

“Awalnya dari tahun 1958, kakek dan nenek saya hijrah dari Jombang ke Jember untuk merintis usaha soto ayam,” tutur pria berusia 51 tahun ini dalam wawancaranya bersama Tim SketsaNusantara.id.

Pada awalnya, sang kakek berdagang di pinggir jalan hingga akhirnya diberi tempat oleh Bupati pertama Jember, Bapak Abdul Hadi, sekitar tahun 1960.

Seiring berjalannya waktu, warung soto ini semakin berkembang. Setelah kedua orang tua Pak Agus wafat, tongkat estafet diteruskan oleh Pak Agus dan saudaranya, Mas Dwi.

Baca Juga: Kuliner Baru di Jember! Pisang Goreng Disulap Jadi Sate Bakar Manis Kekinian di Mr SaPi Jember, Cita Rasa Baru yang Wajib Dicoba

Dari tujuh cucu, hanya dua orang inilah yang kini aktif mengelola Soto Dahlo, menjaga tradisi rasa yang telah ditanamkan sejak puluhan tahun lalu.

Dengan lima orang karyawan dan pengawasan langsung dari pemilik, Soto Dahlok tetap menjaga kualitas dan konsistensi rasa.

Warung ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 pagi hingga 20.30 malam.

Baca Juga: Pempek sebagai Simbol Identitas Budaya dan Kuliner Nasional yang Berakar dari Tradisi Masyarakat Palembang

Relasi Erat dengan Tokoh-Tokoh Daerah

Keunikan dari Soto Dahlo tidak hanya soal rasa, tetapi juga jejak relasi sosial yang dibangun sejak dulu.

Sang kakek, yang memiliki banyak jaringan di lingkungan pemerintah daerah, kerap menjadikan warung ini tempat singgah bagi tokoh-tokoh penting.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X