SketsaNusantara.id - Tradisi Grebeg Sudiro kembali digelar meriah menyambut perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Surakarta pada hari Minggu, 15 Februari 2026.
Ribuan warga Solo memadati kawasan Pasar Gede Hardjonagoro untuk menyaksikan kirab budaya yang menjadi penanda datangnya Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api.
Festival tahunan ini merupakan bentuk akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa yang tumbuh harmonis di Kelurahan Sudiroprajan, atau yang dikenal sebagai Kampung Pembauran.
Bahkan, Grebeg Sudiro telah masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara sebagai salah satu daya tarik wisata nasional yang juga mendatangkan turis dari mancanegara.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @grebeg_sudiro, ciri khas Grebeg Sudiro adalah adanya gunungan yang disusun dari ribuan kue keranjang, bakpao kukus, kue beras, hingga onde-onde.
Gunungan tersebut merupakan perayaan dalam tradisi Jawa yang dilestarikan secara turun temurun, dengan menempatkan kue keranjang yang identik dengan perayaan Imlek. Perpaduan ini menjadi ikon kebersamaan dua budaya yang telah hidup berdampingan selama ratusan tahun.
Sebelum kirab dimulai, dilakukan prosesi pemberkatan atau thiam di Kelenteng Tien Kok Sie terhadap seluruh jodang atau gunungan, liong, barongsai, dan gedawangan. Ritual ini menjadi simbol doa dan harapan agar perayaan berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi masyarakat.
Salah satu daya tarik utama Grebeg Sudiro 2026 adalah pertunjukan barongsai yang tampil dengan beragam warna.
Berbeda dengan perayaan Imlek pada umumnya yang didominasi warna merah, di Grebeg Sudiro tahun ini penonton dapat menyaksikan tarian barongsai dengan kostum warna merah, hitam, kuning emas, hijau, putih, biru bahkan merah muda.
Warna-warni tersebut bukan sekadar estetika, melainkan memiliki makna simbolis mendalam terkait karakter, keberuntungan, dan elemen kehidupan dalam budaya Tionghoa.
Barongsai warna merah melambangkan keberanian, keberuntungan, kemeriahan, dan energi positif. Warna ini lebih sering ditemui saat perayaan Imlek yang dipercaya mampu mengusir roh jahat.
Sementara itu, barongsai dengan warna kuning atau emas menjadi simbol kemakmuran yang diharapkan dapat membawa keberuntungan dan kesejahteraan. Warna ini juga sering dikaitkan dengan kekuasaan atau kewibawaan seorang pemimpin.
Artikel Terkait
Roger Danuarta Rayakan Imlek Meski Sudah Jadi Mualaf, Bagaimana Hukumnya Ikut Merayakan Tahun Baru Cina Menurut Islam? Begini Pendapat Ulama
Awas Sial! 8 Larangan saat Imlek Ini Diyakini Bisa Mengusir Rezeki, Salah Satunya Tidak Boleh Menyapu Rumah
Cari Hadiah Imlek? Hindari 8 Barang Berikut, Dipercaya Bisa Membawa Sial hingga Memanggil Hantu!
Kerap Diucapkan saat Perayaan Imlek, Ternyata Ini Arti Sebenarnya dari Kalimat Gong Xi Fa Cai, Bukan Ucapan Selamat Tahun Baru?
Mengenal Kue Tutun, Hidangan Ikonik Pembawa Keberuntungan di Hari Raya Imlek yang Syarat Makna Filosofis
Isi Angpao Imlek Biasanya Berapa? Begini Loh Tata Cara hingga Aturannya, Jangan Kasih Uang dengan Jumlah...