Minggu, 19 Juli 2026

Bukan Sekedar Estetika, Perayaan Grebeg Sudiro Menyambut Imlek di Solo Juga Dimeriahkan Pertunjukan Barongsai Berbagai Warna, Ternyata Ini Maknanya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 17 Februari 2026 | 07:00 WIB
Potret pertunjukan Barongsai dengan beragam warna dalam festival Grebeg Sudiro yang diselenggarakan menyambut Tahun Baru Imlek di Surakarta  (Instagram/grebeg_sudiro)
Potret pertunjukan Barongsai dengan beragam warna dalam festival Grebeg Sudiro yang diselenggarakan menyambut Tahun Baru Imlek di Surakarta (Instagram/grebeg_sudiro)

SketsaNusantara.id - Tradisi Grebeg Sudiro kembali digelar meriah menyambut perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Surakarta pada hari Minggu, 15 Februari 2026.

Ribuan warga Solo memadati kawasan Pasar Gede Hardjonagoro untuk menyaksikan kirab budaya yang menjadi penanda datangnya Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api.

Festival tahunan ini merupakan bentuk akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa yang tumbuh harmonis di Kelurahan Sudiroprajan, atau yang dikenal sebagai Kampung Pembauran.

Bahkan, Grebeg Sudiro telah masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara sebagai salah satu daya tarik wisata nasional yang juga mendatangkan turis dari mancanegara.

Baca Juga: 10 Ucapan Imlek Gong Xi Fa Cai 2026 Sederhana tapi Sarat Doa dan Harapan, Cocok untuk Status WA atau Caption IG

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @grebeg_sudiro, ciri khas Grebeg Sudiro adalah adanya gunungan yang disusun dari ribuan kue keranjang, bakpao kukus, kue beras, hingga onde-onde.

Gunungan tersebut merupakan perayaan dalam tradisi Jawa yang dilestarikan secara turun temurun, dengan menempatkan kue keranjang yang identik dengan perayaan Imlek. Perpaduan ini menjadi ikon kebersamaan dua budaya yang telah hidup berdampingan selama ratusan tahun.

Sebelum kirab dimulai, dilakukan prosesi pemberkatan atau thiam di Kelenteng Tien Kok Sie terhadap seluruh jodang atau gunungan, liong, barongsai, dan gedawangan. Ritual ini menjadi simbol doa dan harapan agar perayaan berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi masyarakat. 

Salah satu daya tarik utama Grebeg Sudiro 2026 adalah pertunjukan barongsai yang tampil dengan beragam warna.

Baca Juga: Identik dengan Perayaan Imlek, Inilah Asal Usul Barongsai dan Makna di Balik Atraksi yang Selalu Ada Menyambut Tahun Baru China

Berbeda dengan perayaan Imlek pada umumnya yang didominasi warna merah, di Grebeg Sudiro tahun ini penonton dapat menyaksikan tarian barongsai dengan kostum warna merah, hitam, kuning emas, hijau, putih, biru bahkan merah muda.

Warna-warni tersebut bukan sekadar estetika, melainkan memiliki makna simbolis mendalam terkait karakter, keberuntungan, dan elemen kehidupan dalam budaya Tionghoa.

Barongsai warna merah melambangkan keberanian, keberuntungan, kemeriahan, dan energi positif. Warna ini lebih sering ditemui saat perayaan Imlek yang dipercaya mampu mengusir roh jahat.

Sementara itu, barongsai dengan warna kuning atau emas menjadi simbol kemakmuran yang diharapkan dapat membawa keberuntungan dan kesejahteraan. Warna ini juga sering dikaitkan dengan kekuasaan atau kewibawaan seorang pemimpin.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X