Semi merupakan orang yang juga menjadi pelopor Tari Gandrung Banyuwangi wanita, dan meninggal pada tahun 1973.
Adanya Tari Seblang bermula dari sebuah masalah di Desa Olehsari, yang pada saat itu desa tersebut kerap terkena wabah penyakit dan gagal panen.
Setelah permasalahan di Desa Olehsari berakhir, masyarakat di sana melakukan slametan desa sebagai bentuk syukur karena sudah dijauhkan dari bala atau pageblug.
Perlu diketahui pageblug merupakan sebutan dari masyarakat tersebut, yakni fenomena orang-orang sakit pada pagi hari, kemudian malamnya meninggal. Dan hal itu tidak hanya terjadi pada satu orang, tapi banyak yang menjadi korbannya.
Hal itulah yang menjadi dasar cikal bakal Tari Seblang, karena pada saat terjadi pageblug itu masyarakat di sana konon diberikan petunjuk oleh roh leluhur untuk melaksanakan bersih desa dengan ritual Tari Seblang.
Pelaksanaan Tari Seblang dilakukan setiap tahun, tepatnya pada Bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri. Acara tradisi ini dilakukan selama 7 hari secara berturut-turut.
Masyarakat meyakini bahwa dengan terus melakukan tradisi ini, desanya akan dijauhkan dari bala atau musibah, serta sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Rangkaian Acara Tari Seblang Olehsari Banyuwangi
Sebelum dilaksanakan Tari Seblang, biasanya masyarakat setempat akan ditarik iuran seikhlasnya yang disebut dengan mupu.
Penarikan dana tersebut sebagai bentuk dukungan masyarakat dalam melaksanakan tradisi Tari Seblang.
Setelah dana terkumpul, biasanya akan dilakukan pemanggilan roh leluhur pada setiap titik perbatasan desa oleh para pawang tradisi tersebut.
Pada saat pemanggilan roh tersebut biasanya dengan memberikan sesaji berupa bunga, ketan, rokok dan kopi yang dibungkus daun pisang.
Dimana roh leluhur itulah yang memilih siapa penari Tari Seblang pada acara bersih desa, yakni dengan cara merasuki orang yang akan dipilih menjadi penari tersebut.
Siapapun yang dirasuki oleh leluhur itu harus menerima dan mau untuk menjadi penari Tari Seblang. Bahkan, jika menolak ternyata akan membuatnya mendapat sial dan bisa saja mengalami gangguan mental.
Pada saat hari acara, biasanya akan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh ketua adat Seblang. Kemudian, jika sinden mulai menyanyikan lagu maka menjadi pertanda bahwa acara sudah dimulai.
Artikel Terkait
Pacu Jalur Kembali Viral, Gibran Rakabuming Ikuti Tren Tari Viral sebagai Diplomasi Budaya
Ira Wibowo Kenang Sosok Mendiang Sang Ayah saat Belajar Tari Jawa, Kini Tampil Perankan Istri Gatotkaca
Pesta Kembang Api dan Penampilan Tari Kolosal Bakal Bikin Penutupan MTQ XXXI Jawa Timur di Jember Dipastikan Semarak
5 Fakta Tari Glipang, Kesenian Khas Probolinggo Jawa Timur, Simbol Perlawanan terhadap Penjajahan Belanda di Masa Lampau
Sydney Azzkasyah Anak Cut Tari Ulang Tahun ke-18, Intip Ucapan Spesial dari Sang Ibu: Putriku yang Berharga...