Kamis, 4 Juni 2026

Desa Wisata Pentingsari Sleman, Pelopor Wisata Desa Lereng Merapi dengan Aktivitas Bertani, Budaya Jawa, dan Alam Sejuk

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 26 Januari 2026 | 21:30 WIB
Ilustrasi desa wisata di wilayah Sleman, Yogyakarta. (Pexels/Spring Toan)
Ilustrasi desa wisata di wilayah Sleman, Yogyakarta. (Pexels/Spring Toan)

SketsaNusantara.id - Desa wisata menjadi pilihan banyak wisatawan yang mencari suasana tenang.

Lingkungan alami dan aktivitas tradisional menjadi daya tarik utama. Kabupaten Sleman memiliki sejumlah desa wisata berbasis alam dan budaya.

Salah satu yang dikenal sebagai pelopor adalah Desa Wisata Pentingsari. Desa ini berada di wilayah lereng Gunung Merapi. Suasana sejuk terasa sejak pagi hingga malam hari.

Baca Juga: Desa Wisata Kelor Sleman: Destinasi Tenang di Lereng Merapi dengan Sungai Gendhol Jernih dan Aktivitas Alam Lengkap

Dilansir dari Jogjaprov.go.id, Desa Wisata Pentingsari secara administratif terletak di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Lokasinya berada di kawasan rawan bencana Merapi. Kondisi alamnya tetap terjaga hingga kini.

Desa Pentingsari resmi menjadi desa wisata pada tahun 2008. Sejak awal, desa ini mengusung konsep wisata alam dan budaya. Keduanya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Desa ini kerap dikunjungi wisatawan yang ingin rehat sejenak. Aktivitas harian masyarakat menjadi bagian dari pengalaman berwisata. Wisatawan dapat menikmati suasana pedesaan yang masih asri.

Baca Juga: Desa Wisata Adat Arjasa Jember: Destinasi Edukasi Budaya dengan Warisan Megalitikum, Seni Ritual, hingga Kuliner Khas Lokal

Desa wisata Pentingsari merupakan salah satu pelopor desa wisata di Yogyakarta.

Wisatawan tidak hanya datang untuk menginap. Pengunjung juga diajak terlibat dalam aktivitas warga. Kegiatan tersebut berlangsung sesuai musim dan agenda desa.

Beberapa aktivitas yang dapat diikuti antara lain membajak sawah dan panen padi. Wisatawan juga dapat memancing di area desa. Interaksi langsung dengan warga menjadi bagian utama kunjungan.

Selain kegiatan pertanian, tersedia aktivitas budaya. Pengunjung dapat mengikuti kursus singkat menari Jawa. Kegiatan karawitan dan kreasi janur juga diperkenalkan.

Pada waktu tertentu, wisatawan diajak mengikuti kenduri desa. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi lokal. Wisatawan mengikuti rangkaian acara sesuai adat setempat.

Bagi kunjungan rombongan, desa menyediakan fasilitas tambahan. Area outbound tersedia untuk kegiatan kelompok. Sepak bola lumpur juga menjadi salah satu aktivitas yang ditawarkan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X