SketsaNusantara.id - Banyuwangi menjadi salah satu kabupaten yang adat dan budayanya masih cukup kental, salah satunya yakni acara Petik Laut Muncar.
Acara Petik Laut Muncar Banyuwangi diselenggarakan setiap tahun tepat pada tanggal 15 Suro (Muharrom) yakni saat Bulan Purnama.
Petik Laut merupakan adat dan tradisi yang rutin dilakukan oleh para nelayan untuk melarungkan sesaji di tengah laut, sebagai bentuk rasa syukur, memohon keselamatan, dan harapan agar bisa mendapat hasil yang lebih banyak.
Umumnya Petik Laut ini banyak dilakukan oleh masyarakat pesisir utamanya Pulau Jawa, hanya saja namanya berbeda-beda. Selain itu, rangkaian acara disetiap daerah juga tidak sama.
Salah satunya rangkaian acara Petik Laut Muncar Banyuwangi memiliki hal unik yang mungkin tidak ada di tempat lainya, yakni menari Gandrung di depan sebuah makam.
Yang mana ternyata makam tersebut dipercayai sebagai makam keramat penari Gandrung terdahulu. Bahkan, makam tersebut berada di sebuah pulau yang tidak berpenghuni dan jarang dikunjungi orang.
Pulau keramat yang menjadi tempat akhir dalam rangkaian Petik Laut Muncar Banyuwangi dikenal dengan nama Sembulungan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Jurnal UNIVERSUM yang ditulis Eko Setiawan, Volume (10), Nomor (2), 2016, diketahui jumlah sesaji yang biasanya dilarungkan di tengah laut dalam acara Petik Laut Muncar Banyuwangi sebanyak 60 jenis.
Sesaji itu berupa seperti pancing emas, dua ekor ayam jantan hidup, candu, kinang, alat berhias (make up), pisang saba mentah, pisang raja, segala jenis buah, nasi beserta lauk pauknya serta aneka jajan pasar, dan semua hasil bumi kecuali yang beracun dan mematikan.
Salah satu sesaji yang sangat penting adalah kepala kambing kendit, karena ini menjadi sesaji utama yang harus ada di dalam acara Petik Laut.
Perlu diketahui bahwa kambing kandit merupakan kambing berbulu hitam yang memiliki bulu putih melingkar dari punggung sampai perut.
Artikel Terkait
Diduga Karena Rem Blong, Truk Tronton Terguling dan Menimpa Minibus di Gumitir, Jalur Jember-Banyuwangi Tersendat
Terlihat Tampil Sebagai Ibu Yang Baik, Denada Digugat ke Pengadilan Negeri Banyuwangi Seorang Pemuda 24 Tahun Yang Mengaku Putra Yang Ditelantarkan
Profil dan Biodata Ressa Rizky Rossano, Pria Asal Banyuwangi yang Mengaku Anak Kandung Denada: Umur, PendidikanĀ
Tuai Kecaman! Heboh Biduan Dangdut Nyanyi Sambil Joget di Panggung Acara Peringatan Isra Mi'raj di Banyuwangi, Begini Klarifikasi dari Ketua Panitia
2 Truk dan 1 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Kabat, Banyuwangi, Satu Korban Dilaporkan Meninggal Dunia