Minggu, 19 Juli 2026

Menari Gandrung di Depan Makam? Mengenal Rangkaian Petik Laut Muncar Banyuwangi, hingga Berdoa di Pulau Keramat

Photo Author
Rina Anggriani, Sketsa Nusantara
- Senin, 26 Januari 2026 | 20:00 WIB
Arak-arakan Petik Laut Muncar Banyuwangi ke Pulau Sembulungan. (TikTok/@_kholilrmn99)
Arak-arakan Petik Laut Muncar Banyuwangi ke Pulau Sembulungan. (TikTok/@_kholilrmn99)

 

SketsaNusantara.id - Banyuwangi menjadi salah satu kabupaten yang adat dan budayanya masih cukup kental, salah satunya yakni acara Petik Laut Muncar.

Acara Petik Laut Muncar Banyuwangi diselenggarakan setiap tahun tepat pada tanggal 15 Suro (Muharrom) yakni saat Bulan Purnama.

Petik Laut merupakan adat dan tradisi yang rutin dilakukan oleh para nelayan untuk melarungkan sesaji di tengah laut, sebagai bentuk rasa syukur, memohon keselamatan, dan harapan agar bisa mendapat hasil yang lebih banyak.

Baca Juga: Bukan Liburan Biasa, Desa Wisata Adat Kemiren Banyuwangi Ajak Wisatawan Mengenal Adat dan Budaya, Seperti Kembali ke Zaman Dulu

Umumnya Petik Laut ini banyak dilakukan oleh masyarakat pesisir utamanya Pulau Jawa, hanya saja namanya berbeda-beda. Selain itu, rangkaian acara disetiap daerah juga tidak sama.

Salah satunya rangkaian acara Petik Laut Muncar Banyuwangi memiliki hal unik yang mungkin tidak ada di tempat lainya, yakni menari Gandrung di depan sebuah makam.

Yang mana ternyata makam tersebut dipercayai sebagai makam keramat penari Gandrung terdahulu. Bahkan, makam tersebut berada di sebuah pulau yang tidak berpenghuni dan jarang dikunjungi orang.

Baca Juga: Ada Sejak Abad 13, Tak Disangka, Tari Gandrung Asal Banyuwangi Ternyata Banyak Mengalami Perubahan! Salah Satunya...

Pulau keramat yang menjadi tempat akhir dalam rangkaian Petik Laut Muncar Banyuwangi dikenal dengan nama Sembulungan.

Dilansir SketsaNusantara.id dari Jurnal UNIVERSUM yang ditulis Eko Setiawan, Volume (10), Nomor (2), 2016, diketahui jumlah sesaji yang biasanya dilarungkan di tengah laut dalam acara Petik Laut Muncar Banyuwangi sebanyak 60 jenis.

Sesaji itu berupa seperti pancing emas, dua ekor ayam jantan hidup, candu, kinang, alat berhias (make up), pisang saba mentah, pisang raja, segala jenis buah, nasi beserta lauk pauknya serta aneka jajan pasar, dan semua hasil bumi kecuali yang beracun dan mematikan.

Salah satu sesaji yang sangat penting adalah kepala kambing kendit, karena ini menjadi sesaji utama yang harus ada di dalam acara Petik Laut.

Perlu diketahui bahwa kambing kandit merupakan kambing berbulu hitam yang memiliki bulu putih melingkar dari punggung sampai perut.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X