SketsaNusantara.id - Sebagian besar masyarakat tentu banyak yang sudah mengenal Tari Gandrung yang berasal dari Kabupaten Banyuwangi.
Tari Gandrung merupakan kesenian asli Banyuwangi yang berupa tarian dan nyanyian, dan sudah ada sejak abad 13, tepatnya yakni pada tahun 1767 saat masa penjajahan Belanda.
Secara etimologi, kata gandrung sendiri memiliki arti cinta sampai akhir atau tergila-gila.
Awalnya Tari Gandrung digunakan sebagai alat komunikasi para gerilyawan laskar Blambangan untuk mengetahui kekuatan musuh menggunakan istilah yang sering kita sebut sebagai mata-mata.
Caranya yakni dengan mengamen di setiap markas-markas Belanda dengan menggunakan busana Gandrung.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Jurnal Sangkala, Vol (1), Nomor (1) 2022, Tari Gandrung dibagi menjadi tiga fase dalam pertunjukannya, yaitu Jejer, Paju dan Seblang-seblangan.
Seiring perkembangan zaman dan beberapa faktor Tari Gandrung ini mulai mengalami beberapa perubahan diantaranya:
1. Penari yang awalnya laki-laki berubah menjadi perempuan.
2. Perubahan pada lagu (gendhingan Jawa) berubah menjadi lagu- lagu modern dan shalawan.
3. Perubahan tahap Paju
Artikel Terkait
Dikenal Sebagai Tarian Tanpa Pengiring Musik, Inilah Sejarah dan Keunikan Tari Kecak Dari Bali
Pesona 1000 Patung, Cuma Ada di Banyuwangi! Wisata Paling Autentik Ini Surganya Tari Gandrung
Apa Hubungannya dengan Sunan Kalijaga? Sejarah Tari Tayub, Lenggak-Lenggok Cantik Kesenian dari Nganjuk
Mengenal Tari Srimpi Pramugari, Tarian Simbol Perlawanan Sultan Hamengkubuwono I Melawan Penjajah
6 Kesenian Tari Tradisional dari Kalimantan Timur, Warisan Budaya Khas Suku Dayak hingga Perpaduan Budaya Melayu