Selain itu, koleksi lain meliputi wayang golek, topeng kayu Panji, celengan gerabah, dan mainan anak tradisional. Tersimpan pula manuskrip serta majalah beraksara Jawa yang menjadi sumber dokumentasi penting.
Museum Rumah Budaya Tembi juga memamerkan benda-benda teknologi masa lalu. Di antaranya sepeda motor merek Jawa, motor Zundapp dengan persneling tangan, kulkas tanpa listrik, serta telepon kuno. Iklan lama beraksara Jawa turut dipajang.
Di dalam kompleks tersedia rumah kayu limasan dari era 1930 hingga 1950-an. Bangunan tersebut dapat disinggahi pengunjung.
Area ini juga dilengkapi rumah makan tradisional, angkringan, dan kolam renang berlatar persawahan.
Museum Rumah Budaya Tembi tidak dibiayai oleh lembaga mana pun. Seluruh kegiatan yang diselenggarakan bersifat nirlaba.
Pendapatan diperoleh dari rumah makan, penginapan, ruang pertemuan, pameran, serta fasilitas pendukung lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Napak Tilas di Hari Pahlawan, 6 Tempat Wisata Sejarah di Surabaya Ini Bisa Jadi Pilihan, Ada Museum 10 November
Mengenang Perjuangan Sang Ahli Perang Gerilya melalui Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman, Kediaman Dinas Bapak TNI di Masa Lalu
Harga Tiket Masuk Museum Nasional Naik, Netizen Protes ke Fadli Zon: Kenakan 900 Persen dalam Waktu 5 Tahun
Harga Tiket Masuk Museum Nasional Indonesia per 1 Januari 2026 Lengkap dengan Jam Operasional hingga Cara Beli
4 Fakta Museum Nasional yang Disorot Gara-gara Harga Tiket Masuk, Terbesar di ASEAN hingga Patung Ikonik dari Raja Thailand