Kamis, 4 Juni 2026

Pesona Desa Wisata Gamplong Sleman, Seni Tenun Turun-temurun yang Masih Hidup di Tengah Persaingan Industri

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 25 Januari 2026 | 16:00 WIB
Kerajinan tenun di Desa Gamplong, Sleman, Yogyakarta. (Jogjaprov.go.id)
Kerajinan tenun di Desa Gamplong, Sleman, Yogyakarta. (Jogjaprov.go.id)

SketsaNusantara.id - Desa Wisata Gamplong menjadi salah satu destinasi berbasis kerajinan di Sleman.

Desa ini berada di Dusun Gamplong, Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Moyudan, Sleman, Yogyakarta. Gamplong dikenal dengan tradisi tenun yang masih bertahan hingga kini.

Ciri utama Desa Wisata Gamplong terletak pada penggunaan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Baca Juga: Desa Wisata Kasongan Bantul, Sentra Gerabah Yogyakarta dengan Sejarah Panjang dan Deretan Showroom Kerajinan

Teknik tersebut masih digunakan oleh perajin setempat. Kekhasan ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Dikutip SketsaNusantara.id dari Jogjaprov.go.id, sejak tahun 1950-an Gamplong telah dikenal sebagai desa penghasil tenun. Keterampilan menenun diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga. Aktivitas ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.

Produk tenun yang dihasilkan cukup beragam. Perajin memproduksi kain lurik, serbet makan, dan berbagai kerajinan lainnya. Hasil tenun dipasarkan kepada wisatawan dan pembeli khusus.

Baca Juga: Bukan Liburan Biasa, Desa Wisata Adat Kemiren Banyuwangi Ajak Wisatawan Mengenal Adat dan Budaya, Seperti Kembali ke Zaman Dulu

Wisatawan datang untuk melihat langsung proses produksi tenun tradisional. Beberapa pengunjung tertarik membeli hasil kerajinan. Tidak sedikit pula yang memesan produk dalam jumlah besar.

Seiring meningkatnya persaingan usaha, perajin mulai melakukan inovasi. Bahan alam seperti eceng gondok mulai dimanfaatkan. Serat, akar wangi, dan lidi juga digunakan.

Dari bahan tersebut dihasilkan berbagai produk baru. Tas wanita, rak buku, dan dompet menjadi produk unggulan. Selain itu, perajin membuat gorden, tikar, dan souvenir.

Sebagai desa wisata, Gamplong menawarkan pengalaman edukatif. Pengunjung dapat menyaksikan proses menenun dan menganyam. Kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh perajin.

Desa Wisata Gamplong juga menyediakan kegiatan workshop. Wisatawan dapat belajar menenun secara langsung. Kegiatan ini didampingi oleh ibu-ibu pengrajin setempat.

Workshop biasanya dilaksanakan di area joglo desa. Tempat ini menjadi pusat aktivitas paguyuban perajin. Wisatawan mengikuti proses dari awal hingga akhir.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X