Kamis, 4 Juni 2026

Bukan di Mojokerto, Ternyata Pintu Masuk ke Kerajaan Majapahit via Jalur Air ada di Wilayah Ini, Dilewati Banyak Sungai Purba?

Photo Author
Hari Prasetia, Sketsa Nusantara
- Minggu, 25 Januari 2026 | 10:12 WIB
Situs Trowulan, ibukota Majapahit (tourism.surabaya.go.id)
Situs Trowulan, ibukota Majapahit (tourism.surabaya.go.id)

Penelitian ini menyoroti peran strategis wilayah Sumobito pada masa lalu yang selama ini tertutup oleh endapan tanah dan sejarah.

Baca Juga: 2 Penemuan Unik dari Candi Peninggalan Majapahit di Pasuruan, Simbol Sakral Warisan Kerajaan Kuno yang Tersembunyi

Dilansir SketsaNusantara.id dari jurnal Berkala Arkeologi (November 2005), Nurhadi Rangkuti menjelaskan hipotesis kuat bahwa kawasan Sumobito, khususnya Situs Tugu-Badas, berfungsi sebagai akses utama menuju ibu kota Majapahit dari arah barat.

Dugaan tersebut muncul usai terungkapkan pola transportasi masa lalu yang sangat bergantung pada jalur sungai.

Sebagai informasi, Kecamatan Sumobito dialiri oleh sungai-sungai purba, termasuk percabangan Sungai Konto dan Sungai Gunting yang bermuara ke Sungai Brantas, "jalan tol" utama perdagangan masa itu.

Baca Juga: 7 Kasta Zaman Majapahit dan Demak yang Jarang Dibahas Buku Sejarah, Ada 3 Golongan Buangan yang Menyedihkan di Era Pra-Islam 

Dalam proses ekskavasi dan survei permukaan, tim arkeologi menemukan sebaran bata merah kuno dan fragmen gerabah yang polanya sangat mirip dengan yang ada di Trowulan.

Struktur bata yang ditemukan di Desa Sebani dan Desa Badas menunjukkan adanya permukiman padat atau pos penjagaan di masa lalu.

Tak hanya itu, posisi geografis situs-situs ini yang berada tepat di sebelah barat Trowulan juga seolah menjadi "pos pemeriksaan" pertama bagi para pedagang atau tamu kerajaan yang datang dari arah pedalaman Kediri atau pesisir utara melalui jalur sungai.

Berdasarkan penilitan tersebut, Kecamatan Sumobito diyakini sebagai "beranda depan" Majapahit, tempat di mana perahu-perahu dagang bersandar dan tamu-tamu agung melintas sebelum menghadap sang Raja di Trowulan.

Situs-situs yang kini tersisa menjadi saksi bisu betapa sibuknya lalu lintas sungai di Jombang pada abad ke-14.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Berkala Arkeologi (November 2005)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X