Museum ini memiliki beberapa ruang utama. Ruang Sabda berfungsi sebagai tempat pementasan Wayang Beber. Pertunjukan dilakukan bersama Sanggar Bhuana Alit.
Ruang Palon digunakan sebagai ruang penyimpanan koleksi Wayang Beber. Sementara Ruang Serat menyimpan lontar dan naskah kuno. Terdapat pula perhiasan kuno di ruang tersebut.
Selain itu, terdapat Ruang Citra yang menampilkan perjalanan Wayang Beber dari masa ke masa. Ruang ini mengajak pengunjung memahami filosofi pewayangan. Perspektif tersebut menempatkan alam sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Wayang Beber sendiri berupa lukisan pada kertas daluang atau kanvas. Cerita disampaikan dengan cara membuka lembaran lukisan. Dalang akan menuturkan kisah seiring proses tersebut.
Wayang Beber belum sepopuler wayang kulit di masyarakat. Salah satu alasannya adalah pandangan tentang pakem. Wayang Beber di luar Pacitan dan Gunungkidul sering dianggap tidak pakem.
Museum Wayang Beber Sekartaji buka setiap Selasa hingga Minggu. Jam operasional dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Museum ini menjadi ruang edukasi budaya di Bantul.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Daftar Ucapan dan Twibbon Hari Wayang Nasional 2025, Kalimat Bijak dan Gambar Terbaru tuk Postingan Instagram 7 November
Pertama di Indonesia, Ini 5 Fakta Wayang Beber, Pertunjukkan Seni Wayang yang Dibentangkan, Tertua Ada di Pacitan dan Yogyakarta
5 Fakta Menarik Seputar Wayang, Warisan Budaya Indonesia yang Diakui UNESCO sebagai Karya Kebudayaan yang Mengagumkan
10 Karakter Penting dalam Wayang Kulit Jawa, Mulai dari Yudistira Sang Bijaksana hingga Sengkuni yang Licik, Menjadi Simbol dalam Kehidupan
Dimainkan oleh 2 Dalang, Inilah Wayang Ental dari Bali, Terbuat dari Daun Lontar hingga Terinspirasi Wayang Jepang