Kamis, 4 Juni 2026

Kontroversi Kiblat Masjid Agung Demak: Pengukuran Ilmiah Menyebut Melenceng 12 Derajat, Mengapa Hasilnya Justru Memicu Perdebatan Panjang?

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00 WIB
Sebagian interior Masjid Agung Demak. (masjidagungdemak.org)
Sebagian interior Masjid Agung Demak. (masjidagungdemak.org)

Keputusan akhir menetapkan arah kiblat sesuai bangunan masjid yang ada. Namun, jamaah yang meyakini hasil pengukuran diperbolehkan menyesuaikan arah shalat sesuai keyakinannya.

Argumen pendukung pelurusan arah kiblat merujuk pada Mazhab Syafi’i dengan konsep ‘ain al ka’bah. Selain itu, perkembangan ilmu pengetahuan dinilai mampu menentukan arah kiblat secara presisi. Pintu ijtihad juga dianggap tetap terbuka dalam persoalan keagamaan.

Sementara itu, kelompok yang menolak pelurusan mengacu pada konsep jihat al ka’bah. Arah kiblat diyakini telah ditentukan oleh Sunan Kalijaga. Prinsip al ijtihadu la yunqadu bi al ijtihad juga dijadikan dasar, untuk menghindari kegaduhan di masyarakat serta menjaga kemashlahatan masyarakat Demak.

Perbedaan pandangan ini menunjukkan kompleksitas respons umat terhadap pelurusan arah kiblat.

Kontroversi tersebut menjadi bagian dari dinamika antara tradisi, otoritas keagamaan, dan pendekatan ilmiah di ruang publik.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Sunan Kalijaga dan Mitos Masjid Agung Demak, Dr. Fairuz Sabi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X