Kamis, 4 Juni 2026

Hanya 5 KM dari Monjali, Desa Wisata Tanjung Sleman Menyimpan Joglo 200 Tahun dan Pengalaman Hidup yang Masih Utuh

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 20 Januari 2026 | 17:30 WIB
Ilustrasi pesona desa wisata di Sleman, Yogyakarta. (Pexels/Yosi Azwan )
Ilustrasi pesona desa wisata di Sleman, Yogyakarta. (Pexels/Yosi Azwan )

Kegiatan wisata di Desa Tanjung juga melibatkan pengunjung dalam aktivitas pertanian. Wisatawan dapat belajar mengolah tanah, menanam padi, hingga memanen hasilnya.

Proses tersebut dilanjutkan dengan pengolahan hasil panen menjadi hidangan yang disajikan di meja makan.

Selain pertanian, Desa Tanjung memiliki potensi kesenian tradisional yang beragam. Beberapa di antaranya adalah Jathilan, Sholawatan, Karawitan, Tari Angguk Putri, dan Tari Klasik. Kesenian ini masih aktif dipentaskan dalam berbagai kegiatan desa.

Kerajinan dan home industry juga menjadi bagian dari aktivitas wisata. Pengunjung dapat mengikuti pembuatan mainan anak, memasak makanan tradisional, serta proses membatik. Kegiatan tersebut dirancang agar wisatawan dapat terlibat langsung.

Upacara adat masih rutin diselenggarakan di Desa Tanjung. Beberapa tradisi yang dikenal antara lain Mantenan, Sunatan, Kenduri, dan Wiwid. Tradisi tersebut menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Akses menuju Desa Wisata Tanjung terbilang mudah. Pengunjung dapat mengambil rute Monjali ke arah utara. Setelah mencapai KM 11, belok kiri menuju Jalan Magelang. Sekitar 950 meter kemudian, kawasan Desa Tanjung dapat ditemukan dengan jelas.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X