Untuk akomodasi, wisatawan dapat memilih homestay yang dikelola warga. Pilihan glamping juga tersedia bagi pengunjung yang menginginkan kenyamanan lebih. Kuliner lokal seperti gudeg dan oseng mercon mudah ditemukan di sekitar desa.
Dengan perpaduan alam, budaya, dan pengelolaan berbasis masyarakat, Desa Wisata Nglanggeran terus dikembangkan. Destinasi ini menjadi contoh pengembangan desa wisata berkelanjutan di Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Mengenal Kampung Wisata Pandeyan Jogja, Kampung Pande Gamelan yang Hidupkan Wayang Kulit dan Tradisi Bakdo Kupat
Hanya 1 dari 3 di Dunia! Gumuk Barchan Parangtritis yang Langka dengan Lanskap Unik, Aktivitas Wisata, dan Proses Alami
Uniknya Kampung Wisata Gunungketur Pakualaman Yogyakarta, Jejak Budaya Hidup di Sekitar Puro yang Ramai Dikunjungi Wisatawan di Hari Besar
Selain Jejak Shaggydog hingga Budaya Arab, Kampung Wisata Sayidan Yogyakarta Tawarkan Pengalaman Blusukan Sungai
Mengenal Kampung Wisata Dewa Bronto Yogyakarta, Blusukan Kampung, Susur Code, Museum Perjuangan, dan Kisah Lampor Nyi Roro Kidul